Masyumi Reborn Bisa Besar jika Tawarkan Gagasan Istimewa dan Tokohnya Beri Teladan

Senin, 09 November 2020 - 10:33 WIB
loading...
Masyumi Reborn Bisa...
Masyumi Reborn bisa besar jika tawarkan gagasan istimewa dan tokohnya beri teladan. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masyumi Reborn diprediksi tidak akan mudah mengarungi jagat perpolitikan nasional. Pasar pemilihnya bukan berebut dengan partai Islam, tapi juga yang berideologi nasionalis.

Pengamat politik Idil Akbar mengatakan, Masyumi Reborn harus melihat partai-partai Islam yang sudah lahir. Sederet partai Islam lahir sejak Reformasi 1998, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) , dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Partai-partai itu masih berkutat di papan tengah. Bahkan, PBB yang mengklaim sebagai berbasis Masyumi pun sudah beberapa kali pemilu tidak lolos ke Senayan. Masyumi Reborn, menurut Idil, perlu menawarkan gagasan yang istimewa dan keteladanan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

(Baca juga: Masyumi Reborn dan Partai Ummat Bakal Bersinergi ).

"Saya pikir bisa saja Masyumi muncul kembali. Tidak hanya membawa nostalgia masa lalu, pernah mendapatkan kemenangan pada Pemilu 1955 (posisi kedua)," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (9/11/2020).

Masyumi Reborn harus menunjukkan perbedaan mencolok dengan partai-partai Islam lainnya. Kalau tidak, upaya menghidupkan kembali partai yang pernah berjaya itu akan sia-sia.

(Baca juga: Logo Partai Ummat Mirip Partai Masyumi? Loyalis Amien Rais Bilang Begini ).

Dosen Universitas Padjadjaran itu menerangkan, saat ini umat muslim Indonesia tidak melihat keteladan dari tokoh-tokoh partai yang berbasis Islam. "Yang terjadi pasca- Reformasi, muncul partai Islam yang akhirnya terjerumus dengan politik kekuasaan," ucapnya.

Perilaku politik yang seperti itu menjadi bumerang. Partai-partai Islam menjadi kurang mendapatkan simpati masyarakat. Bisa dilihat pemilihan umum (pemilu) yang selalu dimenangkan partai berbasis nasionalis.

(Baca juga: Ini yang Bakal Terjadi Jika UAS, Amien Rais dan Habib Rizieq Gabung Masyumi ).

"Lebih cenderung memilih partai nasionalis dibandingkan Islam. Itu yang saya tangkap kenapa partai Islam tidak berkembang karena mereka tidak bisa membedakan ideologi Islam dan nasionalis," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Berita Terkini
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved