Memacu Semangat Seniman Wayang di Tengah Pandemi Covid-19
Minggu, 08 November 2020 - 16:20 WIB
loading...
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan sambutan secara daring dalam acara pagelaran wayang di Pacitan, Jawa Timur. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pembatasan sosial yang diterapkan beberapa waktu diibaratkan seperti mata pisau. Di satu sisi, kebijakan ini mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Di sisi lain, kebijakan ini membatasi berbagai pihak, termasuk para seniman wayang.
Kendati demikian, selalu ada jalan untuk tetap bergerak meski di tengah kondisi keterbatasan. Seperti halnya pewayang dari Sanggar Unggul Pamenang yang mengadakan pagelaran Wayang Suluh Pakerti secara online dengan lakon "Merajut Hati di Tengah Pandemi", Sabtu 7 November 2020 di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur.
Pagelaran malam yang didalangi oleh Ki Dalang Fajar ini dibuka dengan sambutan singkat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas.
Setelah membuka sambutan dengan salam dan pesan untuk terus mematuhi protokol kesehatan, Ibas mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pewayangan saat ini.
Gerak seniman wayang terbatas, pemasukannya kian berkurang, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mendapat pemasukan. Menanggapi kondisi tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menjadi mitra terselenggaranya pagelaran secara online. Hadirnya acara ini bak angins segar untuk dunia pewayangan Pacitan.
Kendati demikian, selalu ada jalan untuk tetap bergerak meski di tengah kondisi keterbatasan. Seperti halnya pewayang dari Sanggar Unggul Pamenang yang mengadakan pagelaran Wayang Suluh Pakerti secara online dengan lakon "Merajut Hati di Tengah Pandemi", Sabtu 7 November 2020 di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur.
Pagelaran malam yang didalangi oleh Ki Dalang Fajar ini dibuka dengan sambutan singkat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas.
Setelah membuka sambutan dengan salam dan pesan untuk terus mematuhi protokol kesehatan, Ibas mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pewayangan saat ini.
Gerak seniman wayang terbatas, pemasukannya kian berkurang, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mendapat pemasukan. Menanggapi kondisi tersebut, Ibas menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menjadi mitra terselenggaranya pagelaran secara online. Hadirnya acara ini bak angins segar untuk dunia pewayangan Pacitan.
Lihat Juga :