Masifkan Pencegahan Radikalisme dengan Perkuat Duta Damai

Sabtu, 07 November 2020 - 23:10 WIB
loading...
Masifkan Pencegahan...
Acara pengukuhan Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Banten di Serang, Jumat 6 November 2020. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh keberadaan Duta Damai Dunia Maya Regional Banten. Tidak hanya memberikan dukungan berupa kemudahan birokrasi, Provinsi Banten juga memberikan dukungan finansial untuk melaksanakan kegiatan baik berupa online maupun offline.

Hal itu terungkap dalam acara pengukuhan Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Banten di Serang, Jumat 6 November 2020.“Kami sudah menerima proposal kegiatan dari Duta Damai Dunia Maya Banten. Dari lima kegiatan yang diprogramkan, kami sudah menyetujui untuk mendukung tiga kegiatan,” ujar Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Banten Tita Ruhyati.

Dukungan penuh Provinsi Banten ini disambut gembira oleh Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis.

Dukungan stakeholder daerah ini dipercaya akan lebih memasifkan pencegahan radikalisme dan terorisme, terutama menyangkut duta damai dalam menggaungkan narasi perdamaian di dunia maya dan dunia nyata.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Provinsi Banten ini. Dukungan birokrasi dan finansial tentu saja akan lebih memasifkan pencegahan radikalisme dan terorisme, terutama melalui dunia maya,” ujarnya.

Hendri secara virtual juga memberikan wejangan kepada relawan Duta Damai Dunia Maya Regional Banten. Menurutnya Duta damai Dunia Maya ini dibentuk bukan untuk melawan hoaks atau provokasi secara langsung, bukan berperang secara langsung melawan kelompok radikal terorisme.

”Kami ingin adik-adik dari Duta Damai ini melawan narasi-narasi dari kelompok ini dengan narasi-narasi positif perdamaian. Karena, kalau kita lawan mereka dengan narasi keras juga nanti tidak akan ketemu,” tuturnya.

Dia mencontohkan terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akhirnya malah memantik reaksi keras dan kecaman dari umat Mulism di dunia. Ia menyebut jika kita meniru seperti itu melawan narasi keras dengan keras maka tidak akan ada habisnya.

”Kita fokus saja sebarkan narasi perdamaian. Maka mari Duta Damai Dunia Maya sesuai dengan namanya, kita buat dunia damai dengan narasi-narasi yang kita buat,” tuturnya.

Hendri mengingatkan bahwa bulan depan pada tanggal 9 Desember Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Menurutnya, saat ini adalah saat-saat yang paling rawan bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks dan provokasi khususnya di media sosial.

”Oleh karena itu saya ingin adik-adik duta damai ini untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian. Jasi selamat bergabung bagi peserta regenerasi Duta Damai Dunia Maya banten beri energi positif baru dan terus menggelorakan semangat perdamaian di dunia maya,” tuturnya. (Baca juga: Gelombang Kedua COVID-19 di Eropa Akibat Anggap Enteng Protokol Kesehatan)

Sementara itu dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Kol Pas Sujatmiko berharap dengan regenerasi ini akan memunculkan kreasi-kreasi baru untuk melawan narasi radikal terorisme dengan pesan-pesan perdamaian.

”Tidak lupa juga kami harap Duta Damai Banten juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat offline dan memperluas jaringan dengan stakeholder-stakeholder yang ada di banten ini,” ujar Sujatmiko.i. (Baca juga: WHO Prediksi Corona Berlangsung Lama, PB IDI: Vaksinasi Jadi Harapan)
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Rekomendasi
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Berita Terkini
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved