Indonesia Harus Kembangkan Vaksin Covid-19 agar Tidak Tergantung Negara Lain

Jum'at, 06 November 2020 - 14:54 WIB
loading...
Indonesia Harus Kembangkan...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek ) mengungkapkan Indonesia melakukan double track dalam pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 .

Jalur pertama, Indonesia bekerja sama dengan negara lain atau produsen di luar negeri, seperti Sinovac. Jalur kedua, Kemenristek bersama beberapa perguruan tinggi dan lembaga, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Eijkman, mengembangkan bibit vaksin sendiri. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menerangkan vaksin ini dibutuhkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Kita harus menciptakan kekebalan massal atau herd immunity. Ini dilakukan dengan vaksin yang nantinya mencegah penularan (virus) kepada orang lain. Seseorang yang divaksin buka hanya melindungi diri, tetapi juga orang lain,” ujarnya kepada dalam wawancara khusus dengan SINDOnews, Jumat (6/11/2020).

(Baca juga: Kemenkes Sebut Puskesmas Kekurangan SDM untuk Tracing Masif Covid-19 ).

Bambang mengungkapkan, alasan pemerintah bekerja sama dengan negara lain karena mereka lebih cepat dalam melakukan penelitian dan pengembangan. Produsen-produsen luar negeri, seperti Sinovac dan AstraZeneca, saat ini rata-rata sudah memasuki tahap akhir uji klinis tahap III.

Bahkan, vaksin besutan Sinovac kemungkinan sudah selesai pada Desember 2020. Semua negara saat ini menunggu vaksin mana yang sudah mendapatkan izin dari negara bersangkutan dan World Health Organization (WHO) untuk diproduksi dan digunakan secara massal.

(Baca juga: Menristek Siapkan Rp300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih ).

"Yang perlu diperhatikan adalah safety atau keamanan. Vaksin jangan sampai memiliki efek berbahaya (bagi tubuh). Kedua, efektif untuk membangkitkan kekebalan tubuh,” tegas lulusan Universitas Indonesia itu.

Meski ada vaksin dari luar negeri, pengembangan di dalam negeri tetap dibutuhkan. Sebab, jumlah penduduk Indonesia sangat banyak, sekitar 260 juta. Jika satu vaksin harus dua kali suntik dan untuk mencapai kekebalan massal dibutuhkan 2/3 penduduk divaksin, itu artinya Indonesia memerlukan 360 juta dosis.

(Baca juga: DPR Dukung Komitmen Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih ).

Tentu Indonesia tidak bisa bergantung terus-menerus pada negara lain. "Kalau sudah banyak dan bergantung dari luar, kita akan dalam posisi kepepet. Butuh banyak vaksin dan harus membeli. Kalau kepepet, harganya mahal, penjualnya mengatakan anda butuh, harganya sekian," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Saksikan One on One...
Saksikan One on One di Balik Isu Miris Dunia Medis Bersama Mantan Menkes Siti Fadilah Supari
Bill Gates Bakal Uji...
Bill Gates Bakal Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Dharma Pongrekun Temui...
Dharma Pongrekun Temui Pramono Sampaikan Hak Tolak, Terkait Uji Coba Vaksin TBC?
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
Rekomendasi
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Berita Terkini
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved