Pelibatan Kampus Dinilai Kunci Pencegahan Radikalisme
Rabu, 04 November 2020 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
”Formulasi Pancasila yang digodok oleh founding father bangsa ini adalah substansi yang digali dari nilai nilai agama dan budaya. Mengamalkan pancasila dengan benar adalah mengamalkan nilai Agama, dan itu perlu terus disemai di dunia akademik,” tuturnya.(Baca juga: Ideologi Pancasila Sudah Final, yang Menolak Bisa Disebut Pemberontak )
Ahmad Nurwakhid menambakan terorisme adalah extra ordinary crime, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pidana. Olehnya penaganannya harus secara komprehensif dan holistik karena akar terorisme adalah radikalisme yang menjiwai gerakannya.
Selain itu, lanjutnya, radikal terorisme bukan monopoli salah satu agama tertentu, tapi berpotensi ada di semua agama, kelompok, sekte dan setiap individu manusia.(Baca juga: Macron Belum Minta Maaf, Ulama Serukan Boikot Produk Prancis )
Dengan demikian, kata dia, radikal terorisme yang mengatas namakan Islam adalah fitnah bagi agama Islam. Sebagaimana kelompok radikal terorisme yang juga mengatasnamakan agama dan mengembuskan narasi dengan mendikotomikan antara agama dan negara.
Sementara itu, Rektor UMI Profesor Basri Modding sebelumnya menyampaikan, UMI menginisiasi program Pesantren Pencerahan Qalbu bagi Mahasiswa, Dosen dan pejabat di lingkungan UMI untuk menanamkan karakter atau akhlak yang baik.
Di sana juga ditanamkan nilai-nilai saling mengasihi sesama makhluk, yang pada gilirannya akan mencegah masuknya paham radikal, apalagi terorisme.
Ahmad Nurwakhid menambakan terorisme adalah extra ordinary crime, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pidana. Olehnya penaganannya harus secara komprehensif dan holistik karena akar terorisme adalah radikalisme yang menjiwai gerakannya.
Selain itu, lanjutnya, radikal terorisme bukan monopoli salah satu agama tertentu, tapi berpotensi ada di semua agama, kelompok, sekte dan setiap individu manusia.(Baca juga: Macron Belum Minta Maaf, Ulama Serukan Boikot Produk Prancis )
Dengan demikian, kata dia, radikal terorisme yang mengatas namakan Islam adalah fitnah bagi agama Islam. Sebagaimana kelompok radikal terorisme yang juga mengatasnamakan agama dan mengembuskan narasi dengan mendikotomikan antara agama dan negara.
Sementara itu, Rektor UMI Profesor Basri Modding sebelumnya menyampaikan, UMI menginisiasi program Pesantren Pencerahan Qalbu bagi Mahasiswa, Dosen dan pejabat di lingkungan UMI untuk menanamkan karakter atau akhlak yang baik.
Di sana juga ditanamkan nilai-nilai saling mengasihi sesama makhluk, yang pada gilirannya akan mencegah masuknya paham radikal, apalagi terorisme.
(dam)
Lihat Juga :