Kejar Target RUEN, Pemerintah Dorong Upgrade Biogas Menjadi Bio CNG
Rabu, 04 November 2020 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
“Ke depannya kita ingin mendorong biogas untuk kita upgrade, kita manfaatkan menjadi bio-CNG. Di samping tujuan pertamanya dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional, yang kedua melihat potensi biogas yang sangat besar di Indonesia, baik dari kotoran hewan ternak, limbah pertanian/perkebunan yang melimpah dan tersebar luas,” tandas Trois.
Tujuan pengembangan bio-CNG di Indonesia diuraikan Trois, antara lain untuk mendukung ketahanan energi nasional berupa pencapaian target bauran EBT melalui kontribusi pemanfaatan biogas, mengurangi konsumsi impor LPG menjadi 4 juta ton pada tahun 2025, meningkatkan kualitas lingkungan dengan mengurangi emisi GRK, dimana kontribusi emisi gas methane 21 kali gas CO2, melakukan percepatan penyediaan akses energi untuk daerah terisolir, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.
Selain itu untuk enghemat devisa negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Terkait dengan pengembangan bio-CNG, Pemerintah bersama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) telah melakukan studi pasar pengembangan bio-CNG di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur guna mendapatkan potensi supply dan demand pengembangan Bio CNG di dua lokasi tersebut serta mengeksplorasi model bisnis yang layak secara komersial.
Metode yang digunakan dalam kajian adalah analisis pada aspek teknologi, pasokan, permintaan, dan keekonomian. Hasil studi tersebut telah dipaparkan dalam Forum Group Discussion: Studi Pasar Penerapan BioCNG di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu.
“Jadi kami sudah melihat dari sisi analisis teknologi bahwa teknologi yang bisa kita gunakan direkomendasikan dengan menggunakan membrane kemudian analisis pasokan, dari sisi permintaan kita juga melihat bio-CNG sebagai pilihan subsitusi industri LPG dan juga bicara keekonomian kita juga melihat bahwa dari kajian yg dilakukan ini cukup baik keekonomiannya,” pungkas Trois. (RWS/DLP)
Tujuan pengembangan bio-CNG di Indonesia diuraikan Trois, antara lain untuk mendukung ketahanan energi nasional berupa pencapaian target bauran EBT melalui kontribusi pemanfaatan biogas, mengurangi konsumsi impor LPG menjadi 4 juta ton pada tahun 2025, meningkatkan kualitas lingkungan dengan mengurangi emisi GRK, dimana kontribusi emisi gas methane 21 kali gas CO2, melakukan percepatan penyediaan akses energi untuk daerah terisolir, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.
Selain itu untuk enghemat devisa negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Terkait dengan pengembangan bio-CNG, Pemerintah bersama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) telah melakukan studi pasar pengembangan bio-CNG di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur guna mendapatkan potensi supply dan demand pengembangan Bio CNG di dua lokasi tersebut serta mengeksplorasi model bisnis yang layak secara komersial.
Metode yang digunakan dalam kajian adalah analisis pada aspek teknologi, pasokan, permintaan, dan keekonomian. Hasil studi tersebut telah dipaparkan dalam Forum Group Discussion: Studi Pasar Penerapan BioCNG di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu.
“Jadi kami sudah melihat dari sisi analisis teknologi bahwa teknologi yang bisa kita gunakan direkomendasikan dengan menggunakan membrane kemudian analisis pasokan, dari sisi permintaan kita juga melihat bio-CNG sebagai pilihan subsitusi industri LPG dan juga bicara keekonomian kita juga melihat bahwa dari kajian yg dilakukan ini cukup baik keekonomiannya,” pungkas Trois. (RWS/DLP)
(ars)
Lihat Juga :