Kejar Target RUEN, Pemerintah Dorong Upgrade Biogas Menjadi Bio CNG

Rabu, 04 November 2020 - 15:33 WIB
loading...
Kejar Target RUEN, Pemerintah...
Pemerintah terus berupaya mengejar gap pemanfaatan biogas yang jauh antara target capaian kinerja Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM dengan target RUEN.
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mengejar gap pemanfaatan biogas yang jauh antara target capaian kinerja Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM dengan target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Salah satu strategi pengembangan biogas yang tengah dilaksanakan yaitu pengembangan bio-CNG dalam skala komersial sebagai bahan bakar transportasi substitusi LPG untuk industri dan pembangkit listrik. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Subdit Penyiapan Program Bioenergi, Trois Dilisusendi dalam webinar bertajuk 'Pengembangan Biometana di Indonesia dan Uni Eropa: Peluang, Tantangan, dan Aplikasinya sebagai Bio-CNG' pada Selasa (3/11/2020).

“Capaian biogas pada tahun 2019 sebesar 26,28 juta m3 dari target RUEN 95,6 juta m3, sementara target RUEN pada tahun 2025 sebesar 289,8 juta m3. Tentunya ini menjadi tantangan Pemerintah bagaimana biogas dapat mencapai target. Inilah yang sedang kita usahakan bersama. Jadi, apabila kita melihat program biogas skala rumah tangga ataupun biogas komunal yang lebih besar dan biogas skala industri, Bio CNG menjadi salah jawaban bagaimana Pemerintah, paling tidak untuk mengejar ketinggalan dari gap RUEN tersebut,” tutur Trois.

Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG)/Compressed Biogas adalah hasil pemurnian Biogas (Pute Methane), di mana senyawa gas pengotor dibuang untuk menghasilkan lebih besar dari 95% Pure Methane Gas.

Compressed Biogas memiliki nilai kalor dan properti lainnya yang mirip dengan Compressed Natural gas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar otomotif, pembangkit listrik, serta untuk kepentingan industri dan komersial. Bio-CNG dapat diaplikasikan sebagai pengganti LPG, feeding ke jaringan gas kota, dan transportasi.

“Ke depannya kita ingin mendorong biogas untuk kita upgrade, kita manfaatkan menjadi bio-CNG. Di samping tujuan pertamanya dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional, yang kedua melihat potensi biogas yang sangat besar di Indonesia, baik dari kotoran hewan ternak, limbah pertanian/perkebunan yang melimpah dan tersebar luas,” tandas Trois.

Tujuan pengembangan bio-CNG di Indonesia diuraikan Trois, antara lain untuk mendukung ketahanan energi nasional berupa pencapaian target bauran EBT melalui kontribusi pemanfaatan biogas, mengurangi konsumsi impor LPG menjadi 4 juta ton pada tahun 2025, meningkatkan kualitas lingkungan dengan mengurangi emisi GRK, dimana kontribusi emisi gas methane 21 kali gas CO2, melakukan percepatan penyediaan akses energi untuk daerah terisolir, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.

Selain itu untuk enghemat devisa negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Terkait dengan pengembangan bio-CNG, Pemerintah bersama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) telah melakukan studi pasar pengembangan bio-CNG di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur guna mendapatkan potensi supply dan demand pengembangan Bio CNG di dua lokasi tersebut serta mengeksplorasi model bisnis yang layak secara komersial.

Metode yang digunakan dalam kajian adalah analisis pada aspek teknologi, pasokan, permintaan, dan keekonomian. Hasil studi tersebut telah dipaparkan dalam Forum Group Discussion: Studi Pasar Penerapan BioCNG di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah pada pertengahan bulan Agustus 2020 lalu.

“Jadi kami sudah melihat dari sisi analisis teknologi bahwa teknologi yang bisa kita gunakan direkomendasikan dengan menggunakan membrane kemudian analisis pasokan, dari sisi permintaan kita juga melihat bio-CNG sebagai pilihan subsitusi industri LPG dan juga bicara keekonomian kita juga melihat bahwa dari kajian yg dilakukan ini cukup baik keekonomiannya,” pungkas Trois. (RWS/DLP)
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat Tambang di Kawasan Hutan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Kejagung Ungkap Kewenangan...
Kejagung Ungkap Kewenangan Pengawasan Tambang Samin Tan Ada di ESDM
Kortas Tipidkor Polri...
Kortas Tipidkor Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek PJUTS di ESDM
Forum Rembuk Energi...
Forum Rembuk Energi 2025, Ajak Anak Muda Terlibat dalam Isu Energi Nasional
Respons Putusan MK Soal...
Respons Putusan MK Soal Anggota Polri di Kementerian, Bahlil Tunggu Kajian
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved