Semangat Sumpah Pemuda Perkuat Kesadaraan Berbangsa
Selasa, 03 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Faisal Abdullah. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sudah 92 tahun lalu, tepatnya Oktober 1982 generasi muda terbaik bangsa ini mengikrarkan diri tentang satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda .
Apabila kesadaran kebangsaan ini masih kokoh, bangsa ini tidak akan pernah merasa silau dengan ideologi impor yang kerap meracuni generasi muda kita.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Faisal Abdullah berpendapat, peringatan Sumpah Pemuda harus dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya pemuda-pemudi untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dalam menangkal masuknya ideologi radikal.
”Dimana seharusnya ide itu tidak berdasarkan suatu keagamaan, suku, ras maupun bahasa tertentu, tetapi membawa ideologi yang majemuk, baik dari berbagai agama, suku, ras dan bahasa yang kedepannya itulah yang bisa melahirkan suatu ideologi yang bernama Pancasila hingga saat ini. Dimana bangsa ini tetap kokoh dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan ,” tutur Faisal di Jakarta, Senin (2/11/2020).
Faisal menuturkan, itulah yang seharusnya dilakukan oleh para tokoh bangsa, tokoh masyarakat maupun oleh para pemuda-pemudi itu sendiri saat ini. Oleh karena itu, kesadaran kebangsaan tidak boleh hilang dalam jati diri para pemimpin bangsa dan pemuda itu sendiri. Karena menurutnya tumbuhnya kesadaran kebangsaan itu bukanlah suatu hadiah.
“Kesadaran kebangsaan ini merupakan suatu aktualisasi diri. Jadi kesadaran berbangsa ini memang harus tumbuh dan berkembang di dalam rumah tangga seorang pemuda itu. Mulai dari orang tuanya maupun anaknya sendiri yang mana kesadarana kebangsaan itu harus selalu dipelihara,” tuturnya.(Baca juga: Mengapresiasi Sikap Presiden Jokowi Atas Krisis Sosial di Perancis )
Apabila kesadaran kebangsaan ini masih kokoh, bangsa ini tidak akan pernah merasa silau dengan ideologi impor yang kerap meracuni generasi muda kita.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Faisal Abdullah berpendapat, peringatan Sumpah Pemuda harus dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya pemuda-pemudi untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dalam menangkal masuknya ideologi radikal.
”Dimana seharusnya ide itu tidak berdasarkan suatu keagamaan, suku, ras maupun bahasa tertentu, tetapi membawa ideologi yang majemuk, baik dari berbagai agama, suku, ras dan bahasa yang kedepannya itulah yang bisa melahirkan suatu ideologi yang bernama Pancasila hingga saat ini. Dimana bangsa ini tetap kokoh dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan ,” tutur Faisal di Jakarta, Senin (2/11/2020).
Faisal menuturkan, itulah yang seharusnya dilakukan oleh para tokoh bangsa, tokoh masyarakat maupun oleh para pemuda-pemudi itu sendiri saat ini. Oleh karena itu, kesadaran kebangsaan tidak boleh hilang dalam jati diri para pemimpin bangsa dan pemuda itu sendiri. Karena menurutnya tumbuhnya kesadaran kebangsaan itu bukanlah suatu hadiah.
“Kesadaran kebangsaan ini merupakan suatu aktualisasi diri. Jadi kesadaran berbangsa ini memang harus tumbuh dan berkembang di dalam rumah tangga seorang pemuda itu. Mulai dari orang tuanya maupun anaknya sendiri yang mana kesadarana kebangsaan itu harus selalu dipelihara,” tuturnya.(Baca juga: Mengapresiasi Sikap Presiden Jokowi Atas Krisis Sosial di Perancis )
Lihat Juga :