Pembuatan Vaksin Dipercepat, Ahli Virologi: Tidak Boleh Mengesampingkan Aspek Keamanan
Selasa, 03 November 2020 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, berbasis asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA). Ketiga, vaksin berbasis adenovirus. Terakhir, vaksin yang berbasis protein.
“Ragam basis vaksin ini punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, vaksin berbasis virus yang dimatikan dan saat ini diujicobakan di Indonesia adalah jenis paling lazim. Regulasi penggunaanya jauh lebih ringkas,” tuturnya.
Ngurah menyebut vaksin berbasis DNA dan adenovirus belum ada yang beredar di masyarakat. Jadi membutuhkan regulasi lagi sehingga akan memakan waktu lama. (Baca juga: Medicago Akan Pasok 76 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Kanada)
Meskipun pembuatan vaksin baru dilakukan percepatan, faktor keamanan tidak boleh dikesampingkan. Pada dasarnya pengembang vaksin tidak akan mengkompromikan aspek kualitas, daya guna, dan keamanan.
“Ragam basis vaksin ini punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, vaksin berbasis virus yang dimatikan dan saat ini diujicobakan di Indonesia adalah jenis paling lazim. Regulasi penggunaanya jauh lebih ringkas,” tuturnya.
Ngurah menyebut vaksin berbasis DNA dan adenovirus belum ada yang beredar di masyarakat. Jadi membutuhkan regulasi lagi sehingga akan memakan waktu lama. (Baca juga: Medicago Akan Pasok 76 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Kanada)
Meskipun pembuatan vaksin baru dilakukan percepatan, faktor keamanan tidak boleh dikesampingkan. Pada dasarnya pengembang vaksin tidak akan mengkompromikan aspek kualitas, daya guna, dan keamanan.
(kri)
Lihat Juga :