Memaknai World without Strangers

Senin, 02 November 2020 - 05:54 WIB
loading...
A A A
World without Strangers = Pluralisme

Presiden Prancis melalui duta besarnya dalam berbagai rilisnya menyatakan bahwa pernyataan “dukungan” terhadap media Charlie Hebdo atas karikatur yang dipandang menyinggung muslim tersebut adalah bentuk dukungan atas kebebasan berekspresi. Seharusnya dukungan terhadap kebebasan berekspresi diungkapkan dalam bentuk yang lebih “teduh” dengan meletakkan pluralisme sebagai sendi utama sehingga kebebasan berekspresi dapat memperkuat keberagaman yang ada dalam masyarakat, bukan sebaliknya.

Demikian juga kasus pemilihan ketua OSIS di sekolah negeri di Jakarta menunjukkan bahwa pluralisme masih sebatas angan-angan. Guru yang seharusnya menjadi contoh penerapan kehidupan pluralisme justru terjebak dalam politik identitas agama. Istilah world without strangers itu sendiri perlu dipahami secara benar. Banyak komponen masyarakat yang memaknai world without strangerssebagai bentuk homogenitas. Katastrangers dimaknai sebagai perbedaan (baca: pluralitas).

Seglow (2004: 1–9) mengutarakan telah terjadi perubahan global dan altruisme menjadi soal moral yang penting dewasa ini karena globalisasi telah mengubah state of nature kehidupan masyarakat menjadi a world of strangers. Sebuah dunia di mana melalui tindakan, baik sengaja maupun tidak, dapat memengaruhi atau membedakan hingga memberi stigma pada manusia lain berdasarkan perbedaan asasi yang dimiliki seperti ras hingga agama dan pada akhirnya masyarakat menjadi terkotak-kotak dan memandang asing masyarakat di luar kelompoknya.

Sekitar 2008 dunia memiliki kesadaran global untuk mengubah kondisi a world of strangers menjadi world without strangers. Kala itu penambahan kata without dimaksudkan pada terbentuknya pluralisme untuk menuju perdamaian global (global peace) dan hal itu masuk dalam salah satu resolusi komisi perdamaian PBB pada 2008. Dalam hal ini makna penambahan kata without adalah memandang manusia sama adanya tanpa pembedaan terhadap suku, agama, ras, dan golongan. Perdamaian global akan terwujud jika seluruh umat manusia menyadari akan adanya perbedaan tersebut tanpa pembedaan identitas tersebut dalam kehidupan keseharian sehingga tidak ada istilah “orang asing” (strangers) pada kehidupan masyarakat.

Membentuk Pluralisme
Dalam konteks nasional, mengacu pada falsafah Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara sudah tampak bahwa bangsa ini dibangun atas dasar keberagaman sehingga kesadaran pluralisme merupakan hal yang mutlak yang bermasyarakat. Upaya penyeragaman (homogenisasi) seperti dalam kasus pemilihan ketua OSIS sebagaimana diuraikan di atas adalah bentuk pengingkaran terhadap Bhinneka Tunggal Ika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Prabowo Kunjungi Perancis,...
Prabowo Kunjungi Perancis, Gerindra: Bukti Nyata Politik Bebas-Aktif yang Berwibawa
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Indonesia dan Prancis...
Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Energi hingga Pendidikan
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Gara-gara Chat Genit...
Gara-gara Chat Genit dengan Aktris Iran, Presiden Macron Ditampar Istri
Pezeshkian pada Macron:...
Pezeshkian pada Macron: Eropa Bisa Dorong AS Patuhi Hukum Internasional
Rekomendasi
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved