Jokowi Bisa Dorong Macron Minta Maaf ke Umat Islam, Begini Caranya

Minggu, 01 November 2020 - 06:42 WIB
loading...
Jokowi Bisa Dorong Macron...
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron saat meghadiri KTT-G20 tahun 2018 silam. Foto/Kemensetneg.
A A A
JAKARTA - Saat ini Prancis tengah menjadi perhatian dunia, khususnya dunia Islam pasca peristiwa pemenggalan seorang guru dan pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron yang memicu gelombang protes dan kecaman dari masyarakat dan negara muslim di dunia.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana berpendapat Presiden Jokowi perlu melakukan kontak langsung dengan Macron.

“Dalam konteks ini, Presiden Jokowi perlu melakukan kontak langsung melalui telepon agar dapat menghentikan rangkaian kekerasan mengerikan di masa datang demi kemanusiaan,” kata Hikmahanto, Sabtu 31 Oktober 2020.

Menurut dia, kerasnya sikap Macron terkait hak berekspresi yang didukung oleh mayoritas penduduk Prancis dan dipertentangkan dengan kecintaan umat muslim terhadap Nabi Muhammad SAW dapat berujung tragedi kemanusiaan.

Tragedi kemanusian dapat terjadi, kata dia, pemerintah di manapun tidak akan mampu untuk membendung tindakan pribadi yang dilakukan oleh warganya terhadap hal yang berbau Prancis, seperti halnya di Prancis sendiri.

”Presiden Jokowi dalam konteks pertemanan dapat menyarankan agar Presiden Macron menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada umat muslim,” paparnya.(Baca juga: Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Menghina Islam )

Menurut dia, Jokowi memiliki keakraban dengan Macron sebagaimana terlihat saat acara KTT G-20 pada 2017 silam. Oleh karena itu, wajar apabila Jokowi menyampaikan saran kepada Macron.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Akhiri Kunjungan ke...
Akhiri Kunjungan ke Prancis, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Prabowo Kunjungi Perancis,...
Prabowo Kunjungi Perancis, Gerindra: Bukti Nyata Politik Bebas-Aktif yang Berwibawa
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
Kolesterol Tinggi Bisa...
Kolesterol Tinggi Bisa Diturunkan dengan Kunyit, Begini Caranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved