UMKM Naik Kelas via Ekonomi Digital

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 05:40 WIB
loading...
A A A
Pemasaran produk UMKM melalui platform e-commerce terbukti ampuh saat pandemi Covid-19. Namun, berjualan di platform e-commerce tidak semudah yang dibayangkan dalam situasi dan kondisi ekonomi yang stagnan seperti saat ini. Terdapat sejumlah kendala sebagaimana dibeberkan Co-Founder & CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, di antaranya kendala terbesar anjloknya daya beli masyarakat. Sepanjang tahun ini memang permintaan lumayan tinggi, tapi daya beli masyarakat rendah. Berbagai cara telah diupayakan pemerintah untuk menegakkan daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus, dari bantuan sosial, bantuan gaji bagi pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta sebulan. Dari semua stimulus itu pemerintah mengalokasikan anggaran Rp695 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sayangnya, daya serap anggaran PEN tidak sesuai harapan alias terbatas.

Selain persoalan daya beli masyarakat yang rendah, selama ini ditengarai bahwa barang yang diperjualbelikan pada platform e-commerce didominasi barang impor dengan porsi yang mencapai 93%, namun angka itu selalu disanggah oleh penyedia platform e-commerce. Lalu, peta persaingan pada industri e-commerce cenderung kurang sehat dan struktur pasar dalam ekonomi digital mengarah ke bentuk oligopoli yang hanya dikuasai oleh segelintir pelaku usaha. Tengok saja, dalam beberapa tahun terakhir ini sejumlah pelaku e-commerce di Indonesia telah mengibarkan bendera putih.

Apa pun yang terjadi, dampak pandemi Covid-19 yang telah mengantarkan sejumlah negara ke jurang resesi ekonomi adalah sebuah momentum bagi UMKM untuk menyasar ekonomi digital. Pasalnya, ini salah satu jalan pelaku bisnis yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk naik kelas yang sudah jelas dan terang benderang. (*)
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Rekomendasi
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved