Lawan Corona lewat Sikap Disiplin Ikuti Aturan dan Protokol Kesehatan
Jum'at, 08 Mei 2020 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun dalam masa pandemi, Khairili mengimbau umat Islam senantiasa ikhlas, bersyukur dan bersabar dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.
“Ikhlas menjalani ibadah puasa di tengah pademi Covid-19 karena musibah ini sejatinya datangnya dari Allah SWT. Syukur terhadap nikmat yang diberikan kepada kita, seperti nikmat kesehatan dalam beribadah selama ini. Sabar terhadap musibah Corona yang melanda umat manusia dan bangsa Indonesia. Yakinlah bahwa musibah ini adalah ujian bagi kita orang yang beriman,” tuturnya
Menurut dia, kebersamaan dan gotong royong juga dapat diwujudkan untuk bersama-sama menghadapi pandemi dengan berbagi dan menolong sesama.
“Orang yang kaya membantu dengan kekayaannya. Orang berilmu, cerdik cendekia membantu dengan ilmunya. Ulama membantu dengan nasihat dan ceramahnya yang menyejukkan. Dokter dan para medis membantu dengan ilmu medisnya. Orang yang sehat membantu membentuk sukarelawan dan membantu dengan tenaganya,” tutur Ketua Umum Badan Pengelola dan Imam Masjid Raya Darussalam (Islamic Center) Palangka Raya ini.
Bahkan, lanjut dia, masyarakat biasa sekalipun bisa membantu dengan cukup tinggal di rumah saja mengikuti imbauan pemerintah dan MUI. Semua unsur masyarakat sejatinya harus bekerja sama bahu membahu dalam melawan virus Corona ini.
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provisni Kalteng ini juga mengungkapkan perlunya peran para tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk menguatkan jiwa dan hati masyarakat di bulan Ramadhan ini.
“Ikhlas menjalani ibadah puasa di tengah pademi Covid-19 karena musibah ini sejatinya datangnya dari Allah SWT. Syukur terhadap nikmat yang diberikan kepada kita, seperti nikmat kesehatan dalam beribadah selama ini. Sabar terhadap musibah Corona yang melanda umat manusia dan bangsa Indonesia. Yakinlah bahwa musibah ini adalah ujian bagi kita orang yang beriman,” tuturnya
Menurut dia, kebersamaan dan gotong royong juga dapat diwujudkan untuk bersama-sama menghadapi pandemi dengan berbagi dan menolong sesama.
“Orang yang kaya membantu dengan kekayaannya. Orang berilmu, cerdik cendekia membantu dengan ilmunya. Ulama membantu dengan nasihat dan ceramahnya yang menyejukkan. Dokter dan para medis membantu dengan ilmu medisnya. Orang yang sehat membantu membentuk sukarelawan dan membantu dengan tenaganya,” tutur Ketua Umum Badan Pengelola dan Imam Masjid Raya Darussalam (Islamic Center) Palangka Raya ini.
Bahkan, lanjut dia, masyarakat biasa sekalipun bisa membantu dengan cukup tinggal di rumah saja mengikuti imbauan pemerintah dan MUI. Semua unsur masyarakat sejatinya harus bekerja sama bahu membahu dalam melawan virus Corona ini.
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provisni Kalteng ini juga mengungkapkan perlunya peran para tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk menguatkan jiwa dan hati masyarakat di bulan Ramadhan ini.
Lihat Juga :