Pandemi Masih Berlangsung, Program BST Diperpanjang hingga 2021

Selasa, 27 Oktober 2020 - 02:08 WIB
loading...
Pandemi Masih Berlangsung,...
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, mendorong pemerintah untuk melanjutkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19 hingga tahun 2021 mendatang.

Hal itu diungkap Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kementerian Sosial (Kemensos), Asep Sasa Purnama saat acara Dialog Inspirasi bertema “Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat Saat Pandemi” yang disiarkan dari Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (26/10/2020).

“Karena perkembangan Covid ini masih dinamis, maka berdasarkan keputusan Presiden, program BST dilanjutkan hingga bulan Juni 2021,” ungkap Asep. (Baca juga: Presiden Jokowi: Vaksinasi COVID-19 Dilakukan Secara Bertahap )

Seperti diketahui, besaran BST tahap 1 pada April-Juni 2020 adalah Rp600 ribu per keluarga. Kemudian menjadi Rp300 ribu per keluarga di tahap 2, yakni Juli-Desember 2020. Dan untuk tahap 3 pada Januari-Juni 2021, Asep menyebut, besarannya menjadi Rp200 ribu saja per keluarga. Namun, jumlah penerimanya ditingkatkan dari 9 juta keluarga di tahap 1 dan 2 menjadi 10 juta penerima di tahap 3 mendatang.

BST sendiri merupakan upaya Pemerintah Indonesia melalui Kemensos untuk mengurangi beban sosial dan ekonomi masyarakat di tengah pandemi virus corona (covid-19). Kebijakan bantuan tunai ini dilakukan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat yang tidak mampu saat pandemi. Dalam penyalurannya, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur. (Baca juga: Tambah 3.222, Berikut Sebaran Penambahan Kasus COVID-19 di 34 Provinsi )

Asep merinci, untuk tahap 1 dan 2, BST disalurkan kepada 9 juta keluarga penerima di 33 provinsi (tidak termasuk DKI Jakarta). Kemudian untuk tahap 3 mendatang, jumlah penerima menjadi 10 juta keluarga di 34 provinsi (termasuk DKI Jakarta).

Adapun syarat penerima, masih sama. Yakni masyarakat miskin atau rentan yang terdampak Covid-19 dan sedang tidak menerima program bantuan pemerintah lainnya, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Saat ini Kemensos masih terus melakukan pembaharuan data penerima yang diberikan masing-masing pemerintah daerah.

Dirjen PFM Kemensos, Asep Sasa Purnama mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja PT Pos Indonesia dalam proses penyaluran BST. Ia menilai, PT Pos memiliki sistem yang sangat solutif dalam menyalurkan BST. Tak hanya itu, data penyaluran yang diberikan PT Pos juga sangat jelas dan transparan.

“Kami sangat mengapresiasi PT Pos yang tidak hanya menyalurkan dana BST di Kantor Pos, tetapi juga mengantar langsung ke penerima. Data yang diberikan ke kami juga sangat jelas penerimanya, bahkan dokumentasi dan foto penerima juga sangat lengkap luar biasa. Penyajian laporannya detail. Jadi bisa kelihatan provinsi mana yang terkendala. Kami merasa nyaman karena kami terbantu. Efektifitas tercapai,” ujar Asep.

Direktur Utama PT. Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, pihaknya terus melakukan penyempurnaan dalam proses penyaluran BST. Pihaknya mengerahkan semua potensi dan SDM yang ada di PT Pos dalam program ini.

“Kami mengerahkan 16 ribu pekerja PT Pos di seluruh cabang untuk menyalurkan BST. Mereka dibagi waktu, dan menjalankan tugas penyaluran BST secara optimal di sela-sela pekerjaan melayani pengiriman dan kurir barang,” tutur Faizal.

Dia mengaku, sejauh ini untuk wilayah Jawa tak menemui kendala berarti. Hanya saja untuk daerah 3T (tertinggal, terpencil, terbelakang) sering menemui kendala teknis seperti jalur yang sulit dan cuaca tak menentu. Untuk daerah 3T ini, PT Pos menggunakan sistem antar langsung ke penerima melalui koordinasi dengan muspida setempat.

Hingga saat ini, PT Pos telah berhasil menyalurkan BST hampir 97 persen. Adapun yang belum tersalurkan itu biasanya terkendala data. Misalnya ada data penerima yang sudah meninggal atau pindah daerah. Sehingga datanya dikembalikan ke Kemensos untuk divalidasi kembali.

Faizal menyebut, pihaknya memiliki aplikasi Pos Giro Mobile untuk mempermudah proses penyaluran BST. Dengan aplikasi ini, BST tidak akan salah sasaran. Data penerima akan sinkron dengan orang yang mengambil BST. Sebab saat mengambil BST, penerima langsung diverifikasi data dan difoto sambil memegang KTP dan uang BST-nya. Hingga bisa dipastikan tidak ada penerima ganda.

“Kami akan terus melakukan upaya optimal dan mengevaluasi penyaluan BST. Sehingga program ini bisa berjalan maksimal hingga tahap ke-3 mendatang,” pungkas Faizal.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Fenomena Krisis Merayap...
Fenomena Krisis Merayap dan Kelas Menengah Indonesia
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Buka Digital Innovation Awards 2026: Mari Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
Siasati Kenaikan Harga,...
Siasati Kenaikan Harga, Belanja Masyarakat Kini Lebih Hemat dan Selektif
Kala Warga dan Anak-Anak...
Kala Warga dan Anak-Anak Sekolah Antusias Sapa Prabowo di Magelang
Rekomendasi
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved