PKS Dorong Partai Politik Umumkan Capres Sejak Dini
Senin, 26 Oktober 2020 - 15:27 WIB
loading...
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendorong agar semua partai politik mengumumkan calon presiden (capres) yang diusung sejak dini. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendorong agar semua partai politik (parpol) mengumumkan calon presiden (capres) yang diusung sejak dini. Menurutnya, itu akan baik bagi demokrasi karena publik memiliki banyak waktu untuk mengenal siapa calon pemimpinnya.
"Untuk Pilpres makin banyak makin bagus. Semua partai lebih cepat mengumumkan bagus, karena kita tidak membeli kucing dalam karung," kata Mardani dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara daring, Minggu (25/10/2020) kemarin.
Kemudian, kata anggota Komisi II DPR ini, sekarang juga harus mulai ada rasionalisasi dalam Pilpres. PKS dengan tegas meminta agar ambang batas pencalonan presiden (presidensial threshold) diturunkan menjadi 4%-5% dan maksimal 10%. "Kalau 10% entry to barrier (syarat mencalonkan) akan kecil, bisa 3-5 pasangan calon, maka itu akan sangat sehat buat demokrasi. Akan ada konstestasi karya dan gagasan. Justru pembatasan 20% kursi dan 25% suara ini catatan besar, membuat kita seperti oligarki yang berkembang," ujarnya. (Baca juga: PKS dan Nasdem Berpeluang Jadi Kendaraan Politik Anies Baswedan di Pilpres 2024 )
Senada, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR Saan Mustopa mengakui, bahwa Nasdem melihat dalam dua kali Pilpres, masyarakat dihadapkan pada situasi yang sulit, di mana polarisasi begitu tajam karena hanya ada 2 pasang calon presiden dan wakil presiden. Bahkan, efeknya masih terasa hingga hari ini.
"Kalau dilihat dari temuan survei terkait soal demokrasi, efek partisan itu kan masih ada. Di daerah seperti Jawa Barat, Minang, Banten dan sebagainya persepsi terhadap pelaksaana demokrasi persepsinya di situ memang negatif, karena tadi, hampir baik demografi maupun dukungan partai efek pilpres itu, efek partisan itu masih ada," paparnya.
"Untuk Pilpres makin banyak makin bagus. Semua partai lebih cepat mengumumkan bagus, karena kita tidak membeli kucing dalam karung," kata Mardani dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara daring, Minggu (25/10/2020) kemarin.
Kemudian, kata anggota Komisi II DPR ini, sekarang juga harus mulai ada rasionalisasi dalam Pilpres. PKS dengan tegas meminta agar ambang batas pencalonan presiden (presidensial threshold) diturunkan menjadi 4%-5% dan maksimal 10%. "Kalau 10% entry to barrier (syarat mencalonkan) akan kecil, bisa 3-5 pasangan calon, maka itu akan sangat sehat buat demokrasi. Akan ada konstestasi karya dan gagasan. Justru pembatasan 20% kursi dan 25% suara ini catatan besar, membuat kita seperti oligarki yang berkembang," ujarnya. (Baca juga: PKS dan Nasdem Berpeluang Jadi Kendaraan Politik Anies Baswedan di Pilpres 2024 )
Senada, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR Saan Mustopa mengakui, bahwa Nasdem melihat dalam dua kali Pilpres, masyarakat dihadapkan pada situasi yang sulit, di mana polarisasi begitu tajam karena hanya ada 2 pasang calon presiden dan wakil presiden. Bahkan, efeknya masih terasa hingga hari ini.
"Kalau dilihat dari temuan survei terkait soal demokrasi, efek partisan itu kan masih ada. Di daerah seperti Jawa Barat, Minang, Banten dan sebagainya persepsi terhadap pelaksaana demokrasi persepsinya di situ memang negatif, karena tadi, hampir baik demografi maupun dukungan partai efek pilpres itu, efek partisan itu masih ada," paparnya.
Lihat Juga :