Kekecewaan Milenial terhadap Demokrasi adalah Senjakala Parpol
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan anak muda di panggung politik dunia tengah tumbuh. Di Malaysia, ada gerakan Bersih 4. Di Hongkong, ada umbrella movement yang dimotori anak-anak muda.
(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)
Hurriyah menjelaskan kekecewaan para milenial terhadap demokrasi menjadi tamparan keras bagi parpol. Parpol akan sulit menggaet kader dan mendapatkan dukungan.
“Anak-anak muda itu itu penting sebagai sumber rekrutmen politik. Kalau tidak (dilakukan), parpol akan menjadi senja. Mungkin anak-anak mudah akan lebih banyak mengejar ekonomi,” tuturnya.
Terbuka kemungkinan mereka akan masuk ke ranah politik setelah mapan. Namun, tidak bisa dipastikan masuknya, apakah masih berusia muda atau sudah tua, baru ikut bertarung di dunia politik. “Setelah modal ekonomi cukup baru masuk politik. Jadi trennya bukan lewat partai. (Mungkin) Pas pilkada maju,” pungkasnya.
(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)
Hurriyah menjelaskan kekecewaan para milenial terhadap demokrasi menjadi tamparan keras bagi parpol. Parpol akan sulit menggaet kader dan mendapatkan dukungan.
“Anak-anak muda itu itu penting sebagai sumber rekrutmen politik. Kalau tidak (dilakukan), parpol akan menjadi senja. Mungkin anak-anak mudah akan lebih banyak mengejar ekonomi,” tuturnya.
Terbuka kemungkinan mereka akan masuk ke ranah politik setelah mapan. Namun, tidak bisa dipastikan masuknya, apakah masih berusia muda atau sudah tua, baru ikut bertarung di dunia politik. “Setelah modal ekonomi cukup baru masuk politik. Jadi trennya bukan lewat partai. (Mungkin) Pas pilkada maju,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :