KAMI Terkesan Menghilang sejak Aktivisnya Ditangkap, Pengamat Sebut Sedang Atur Napas
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:34 WIB
loading...
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, ada sejumlah kemungkinan kenapa gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tampak menghilang atau tak 'bersuara' lagi setelah sejumlah aktivisnya seperti M Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan ditangkap dan dijadikan tersangka.
Pangi menyebut, bisa saja KAMI sedang mengatur napas atau tengah mengatur posisi pergerakan mereka. "Kita lihat saja nanti apakah mereka pendiri KAMI tetap lantang dan tetap kritis mengingatkan, mengoreksi serta tetap mengawal dan meluruskan arah kiblat bangsa yang menurut mereka melenceng dari amanat konstitusi," ujar Pangi saat dihubungi SINDOnews, Senin (26/10/2020).
Pangi menilai, KAMI saat ini sebenarnya sadar dengan konsekuensi perjuangan. Soal konsekuensi ini pernah diutarakan oleh Presidium KAMI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia melihat, bentangan empiris selama ini hanya tokoh-aktivis yang berseberangan dengan pemerintah saja yang cepat ditangkap.
(Baca juga: Gatot Nurmantyo Dinilai Ingin Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024 ).
Dia menilai, aparat kita terang sangat diskriminatif dan politik posisinya di atas hukum atau dengan kata lain, hukum harus tunduk pada kehendak dan selera politik. Harusnya realitas politik harus tunduk pada kehendak hukum. "Ini yang saya sebut kriminal dan kacau penegakan hukum kita di era sekarang," tutur dia.
Pangi menyebut, bisa saja KAMI sedang mengatur napas atau tengah mengatur posisi pergerakan mereka. "Kita lihat saja nanti apakah mereka pendiri KAMI tetap lantang dan tetap kritis mengingatkan, mengoreksi serta tetap mengawal dan meluruskan arah kiblat bangsa yang menurut mereka melenceng dari amanat konstitusi," ujar Pangi saat dihubungi SINDOnews, Senin (26/10/2020).
Pangi menilai, KAMI saat ini sebenarnya sadar dengan konsekuensi perjuangan. Soal konsekuensi ini pernah diutarakan oleh Presidium KAMI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia melihat, bentangan empiris selama ini hanya tokoh-aktivis yang berseberangan dengan pemerintah saja yang cepat ditangkap.
(Baca juga: Gatot Nurmantyo Dinilai Ingin Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024 ).
Dia menilai, aparat kita terang sangat diskriminatif dan politik posisinya di atas hukum atau dengan kata lain, hukum harus tunduk pada kehendak dan selera politik. Harusnya realitas politik harus tunduk pada kehendak hukum. "Ini yang saya sebut kriminal dan kacau penegakan hukum kita di era sekarang," tutur dia.
Lihat Juga :