Demokrasi Indonesia Mundur, Ini Saran Jimly untuk Presiden Jokowi
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:20 WIB
loading...
Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie meninggalkan sistem demokrasi yang baik di akhir periode kekuasaannya. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Turunnya kualitas demokrasi, khususnya di Indonesia perlu segera dibenai. Menurut Guru Besar Hukum Tata Negara yang juga anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie mengatakan perlu ada kesadaran para elite negeri agar kualitas demokrasi Indonesia kembali membaik.
“Bagaiman kita membenahinya? Saya rasa perlu ada kesadaran kolektif para pemimpin,” katanya dalam Webminar Evaluasi Bidang Hukum dan Demokrasi yang digelar LP3ES, Minggu (25/10/2020).
(Baca: Jimly Asshiddiqie: Demokrasi Global Mundur, Indonesia Mengikuti)
Apalagi menurutnya saat ini Presiden Jokowi yang sudah di periode terakhirnya harus memastikan bagaimana sebuah sistem dibangun dan dijaga. “Jangan sampai mengalami kerusakan sistem demokrasinya. Karena tugas pemimpin itu sistem builder. Bagaimana sistem dibuat, dibangun, ditata, dan ditegakan,” ungkapnya.
Selain itu juga dia menekankan pentingnya keteladanan dari seorang pemimpin dalam menjalankan sistem tersebut. Termasuk juga pentingnya cara berkomunikasi agar publik tercerahkan melalui sistem yang dibangun.
“Bagaiman kita membenahinya? Saya rasa perlu ada kesadaran kolektif para pemimpin,” katanya dalam Webminar Evaluasi Bidang Hukum dan Demokrasi yang digelar LP3ES, Minggu (25/10/2020).
(Baca: Jimly Asshiddiqie: Demokrasi Global Mundur, Indonesia Mengikuti)
Apalagi menurutnya saat ini Presiden Jokowi yang sudah di periode terakhirnya harus memastikan bagaimana sebuah sistem dibangun dan dijaga. “Jangan sampai mengalami kerusakan sistem demokrasinya. Karena tugas pemimpin itu sistem builder. Bagaimana sistem dibuat, dibangun, ditata, dan ditegakan,” ungkapnya.
Selain itu juga dia menekankan pentingnya keteladanan dari seorang pemimpin dalam menjalankan sistem tersebut. Termasuk juga pentingnya cara berkomunikasi agar publik tercerahkan melalui sistem yang dibangun.
Lihat Juga :