Masyarakat Semakin Takut Menyatakan Pendapat dan Berunjuk Rasa

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:12 WIB
loading...
Masyarakat Semakin Takut...
Hasil survei Indikator Politik menyebutkan hampir 70% responden menyatakan sangat setuju dan setuju bahwa masyarakat saat ini takut menyuarakan pendapat. Foto/Dreamstime.com
A A A
JAKARTA - Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat juga menjadi salah satu sorotan survei publik Indikator Politik Indonesia. Dalam rilis bertajuk "Politik, Demokrasi dan Pilkada di Era Pandemi" pada hari ini, mayoritas publik setuju bahwa orang semakin takut menyatakan pendapat dan sulit melakukan demonstrasi .

"Variabel lain setuju atau tidak setuju pendapat bahwa warga makin takut menyatakan pendapat. Yang mengatakan sangat setuju dengan pendapat ini 21,9 persen, yang cenderung atau setuju pendapat ini 47,7 persen. Yang menolak karena menganggap nggak ada apa apa itu 22 persen. Yang tidak setuju sama sekali 3,6 persen (sisanya tidak tahu dan tidak jawab)," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (25/10/2020).

Burhanuddin menegaskan, ini alarm bagi demokrasi dan mengingatkan bahwa ada situasi yang ada di bawah alam sadar bahwa masyarakat mulai takut berbicara. Padahal, dalam konteks demokrasi partisipatorif liberatif, warga itu justru harus lebih berani untuk bicara apapun isinya, terlepas berkualitas tidak berkualitas, apapun pendapat mereka pro atau kontra. "Dalam demokrasi harus mendapatkan tempat yang sama dengan mereka yang pro pemerintah," terangnya.

(Baca: Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis)

Demografinya, sambung Burhanuddin, warga kota dan desa memiliki pandangan yang kurang lebih sama. Warga pedesaan, 46,6% agak setuju publik makin takut bicara, 19,4% sangat setuju, 24,6% kurang setuju dan 4,1% sangat tidak setuju. Warga perkotaan, 48,7% agak setuju, 24,4% sangat setuju, 19,3% kurang setuju dan 3,1% sangat tidak setuju.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Rekomendasi
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Berita Terkini
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved