Sinergi Karyawan dan Manajemen adalah Kunci
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam menghadapi suksesi kepemimpinan Direksi di BPAMSOSTEK, Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan menghormati dan menghargai proses yang dilaksanakan pemerintah dalam melaksanakan seleksi dimaksud. Calon-calon pemimpin yang berasal dari beragam profesi, baik dariinternal maupun eksternal BPJAMSOSTEK merupakan salah satu wujud kebinekaan yang otentik dari masyarakat Indonesia,” tukasnya.
Dirinya menambahkan, pemimpin BPJAMSOSTEK kedepan harus mampu membawa dan menerapkan perubahan dari dalam ke luar atau transformatif melalui optimalisasi kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh BPJAMSOSTEK. Sosok transformatif dan kolaboratif merupakan salah satuelemen yang esensial untuk dapat membawa BPJS Ketenagakerjaan menjadi institusi kebanggaan bangsa dan solusi bagi negeri ini.
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan Studium Generale yang menghadirkan pembicara yang kompeten, di antaranya adalah: Dra. Haiyani Rumondang M.A (Plt. Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker RI), Dr. Chazali H. Situmorang, Apt, M.Sc (Pakar Jaminan Sosial), Timboel Siregar (BPJS Watch), Herdi Trisanto (Ketua Umum Pertama SP BPJAMSOSTEK). Menteri Ketenagakerjaan RI juga akan bertindak sebagai Keynote Speaker pada kegiatan ini.
Mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, mengatakan Hubungan Industrial adalah elemen penting antara pengusaha atau manajemen dengan pekerja dan pemerintah.
"Sejalan dengan misi pemerintah, tema Rakernas ini merupakan satu gambaran jelas bahwa hari ini arti kataRumah Kita tidak hanya menjadi tempat berlindung bagi satu atau dua orang dan golongan, tetapi ada unsur lainnya yang harus secara bersama2 mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, agar dapat tercipta ekosistem yang tentram dan penuh kenyamanan bagi orang-orang yang ada didalamnya dan masyarakat pekerja," tuturnya.
Dirinya sedikit menyinggung terkait UU Cipta Kerja yang mendapat berbagai respon dan gejolak di masyarakat yang terjadi akibat spekulasi pemahaman yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. "Sejatinya UU Cipta Kerja ini hadir untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang sekaligus memangkas serta menyempurnakan aturan-aturan yang telah ada sebelumnya," ungkapnya.
Dirinya menambahkan, pemimpin BPJAMSOSTEK kedepan harus mampu membawa dan menerapkan perubahan dari dalam ke luar atau transformatif melalui optimalisasi kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh BPJAMSOSTEK. Sosok transformatif dan kolaboratif merupakan salah satuelemen yang esensial untuk dapat membawa BPJS Ketenagakerjaan menjadi institusi kebanggaan bangsa dan solusi bagi negeri ini.
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan Studium Generale yang menghadirkan pembicara yang kompeten, di antaranya adalah: Dra. Haiyani Rumondang M.A (Plt. Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker RI), Dr. Chazali H. Situmorang, Apt, M.Sc (Pakar Jaminan Sosial), Timboel Siregar (BPJS Watch), Herdi Trisanto (Ketua Umum Pertama SP BPJAMSOSTEK). Menteri Ketenagakerjaan RI juga akan bertindak sebagai Keynote Speaker pada kegiatan ini.
Mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, mengatakan Hubungan Industrial adalah elemen penting antara pengusaha atau manajemen dengan pekerja dan pemerintah.
"Sejalan dengan misi pemerintah, tema Rakernas ini merupakan satu gambaran jelas bahwa hari ini arti kataRumah Kita tidak hanya menjadi tempat berlindung bagi satu atau dua orang dan golongan, tetapi ada unsur lainnya yang harus secara bersama2 mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, agar dapat tercipta ekosistem yang tentram dan penuh kenyamanan bagi orang-orang yang ada didalamnya dan masyarakat pekerja," tuturnya.
Dirinya sedikit menyinggung terkait UU Cipta Kerja yang mendapat berbagai respon dan gejolak di masyarakat yang terjadi akibat spekulasi pemahaman yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. "Sejatinya UU Cipta Kerja ini hadir untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang sekaligus memangkas serta menyempurnakan aturan-aturan yang telah ada sebelumnya," ungkapnya.
Lihat Juga :