Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Asita Pesimistis Travel Bubble Bisa Dilakukan
Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
“Apalagi di masa transisi pandemi Covid-19 sebaiknya kita dengan negara tetangga terlebih dahulu. Alasannya, wisman asal Malaysia dan turis asal Indonesia ke Malaysia sangat besar. Hal tersebut akan mampu menggerakkan kunjungan antara dua negara,” terangnya.
Namun, Budijanto menilai travel bubble kemungkinan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. kecuali, grafik kasus Covid-19 Indonesia sudah landai. Dia mengungkapkan kabar terbaru Singapura akan merevitalisasi wisatanya pada November mendatang. Singapura mengajak semua negara dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Mudah-mudahan ini sebagai sinyal Singapura sudah membuka diri untuk semua negara, termasuk Indonesia. Kalau ini dibuka, Indonesia akan mendapatkan market dari situ,” ucapnya.
(Baca: Pulihkan Ekonomi, Sektor Pariwisata Jadi Perhatian)
Selain melakukan penjajakan travel bubble, pemerintah juga harus mempersiapkan daerah mana yang akan dibuka. Asita menyebut kawasan Indonesia tetap menjadi favorit, seperti Bali dan Labuan Bajo. Budiarjo mengungkapkan beberapa daerah di Pulau Jawa pun siap, seperti Jawa Barat dan Yogyakarta. Pemerintah harus melakukan analisis daerah mana saja yang biasa dikunjungi oleh wisatawan dari negara yang bekerja sama dalam travel bubble.
Namun, Budijanto menilai travel bubble kemungkinan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. kecuali, grafik kasus Covid-19 Indonesia sudah landai. Dia mengungkapkan kabar terbaru Singapura akan merevitalisasi wisatanya pada November mendatang. Singapura mengajak semua negara dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Mudah-mudahan ini sebagai sinyal Singapura sudah membuka diri untuk semua negara, termasuk Indonesia. Kalau ini dibuka, Indonesia akan mendapatkan market dari situ,” ucapnya.
(Baca: Pulihkan Ekonomi, Sektor Pariwisata Jadi Perhatian)
Selain melakukan penjajakan travel bubble, pemerintah juga harus mempersiapkan daerah mana yang akan dibuka. Asita menyebut kawasan Indonesia tetap menjadi favorit, seperti Bali dan Labuan Bajo. Budiarjo mengungkapkan beberapa daerah di Pulau Jawa pun siap, seperti Jawa Barat dan Yogyakarta. Pemerintah harus melakukan analisis daerah mana saja yang biasa dikunjungi oleh wisatawan dari negara yang bekerja sama dalam travel bubble.
Lihat Juga :