Kemenparekraf Siapkan Daerah Hadapi Tren Baru Wisata
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Kemenparekraf mendorong para pelaku pariwisata menerapkan cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan hidup. Kemenparekraf akan memberikan sertifikat bagi pelaku usaha yang telah menjalankan CHSE.
Ari menuturkan tujuan penerapan CHSE ini agar para pelaku dan daerah wisata mendapatkan kepercayaan dari publik. Apalagi setelah pandemi Covid-19, tren wisata diprediksi akan berubah. Para pelancong baik mancanegara maupun domestik akan berhati-hati dalam melakukan perjalanan.
"Tujuannya, kita melihat lebih ke alam terbuka karena memang sirkulasi udaranya lebih baik dan menghindari kerumunan. Kalau tempat kecil lebih memungkinkan kerumunan. Kalau di alam terbuka itu bisa lebih luas. Sirkulasi udaranya bagus. Wisatawan akan mengedepankan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," paparnya.
Pembukaan kawasan di tengah pandemi Covid-19 memang tidak optimal. Sebab, kawasan wisata pun akan melakukan pembatasan kapasitas. Ari menilai banyak negara dan wisatawan masih menahan diri untuk berpelesir.
"Tidak bisa mengharapkan pulih 100 persen. Paling 10, 20 sampai maksimal 50 persen. Sebelum vaksin ditemukan dan diterapkan, semua daerah wisata menerapkan pembatasan," pungkasnya.
Ari menuturkan tujuan penerapan CHSE ini agar para pelaku dan daerah wisata mendapatkan kepercayaan dari publik. Apalagi setelah pandemi Covid-19, tren wisata diprediksi akan berubah. Para pelancong baik mancanegara maupun domestik akan berhati-hati dalam melakukan perjalanan.
"Tujuannya, kita melihat lebih ke alam terbuka karena memang sirkulasi udaranya lebih baik dan menghindari kerumunan. Kalau tempat kecil lebih memungkinkan kerumunan. Kalau di alam terbuka itu bisa lebih luas. Sirkulasi udaranya bagus. Wisatawan akan mengedepankan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," paparnya.
Pembukaan kawasan di tengah pandemi Covid-19 memang tidak optimal. Sebab, kawasan wisata pun akan melakukan pembatasan kapasitas. Ari menilai banyak negara dan wisatawan masih menahan diri untuk berpelesir.
"Tidak bisa mengharapkan pulih 100 persen. Paling 10, 20 sampai maksimal 50 persen. Sebelum vaksin ditemukan dan diterapkan, semua daerah wisata menerapkan pembatasan," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :