Jokowi Tegur Kabinet Soal Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat: Bisa Ada Reshuffle
Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Jokowi Tegur Kabinet Gara-Gara Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat Bilang Begini ).
Menurut Igor, tidak hanya pembantu presiden, para juru bicara (Jubir) Istana pun sering melakukan gaya komunikasi yang buruk. "Dampaknya adalah masalah komunikasi terhadap publik tidak membaik karena sebagian publik cenderung tidak mau mempercayai informasi dari pemerintah, lalu memilih sumber informasi lain dari internet (media sosial) yang menambah kebingungan informasi," katanya.
Dia mengatakan, perang buzzer semakin memperburuk terciptanya disinformasi publik. Akibatnya, lanjut dia, berita dan sentimen negatif terhadap pemerintah jadi lebih banyak dari positifnya. "Selain bisa ada reshuffle kabinet, komunikasi pemerintah mutlak harus dibenahi dan diperbaiki," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengakui, jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait buruknya komunikasi publik. Terutama terkait dengan substansi dari Undang-Undang (UU) Cipta kerja (Ciptaker). (Baca juga: Moeldoko: Jokowi Sebut Komunikasi Publik Kita Sangat Jelek ).
Menurut Igor, tidak hanya pembantu presiden, para juru bicara (Jubir) Istana pun sering melakukan gaya komunikasi yang buruk. "Dampaknya adalah masalah komunikasi terhadap publik tidak membaik karena sebagian publik cenderung tidak mau mempercayai informasi dari pemerintah, lalu memilih sumber informasi lain dari internet (media sosial) yang menambah kebingungan informasi," katanya.
Dia mengatakan, perang buzzer semakin memperburuk terciptanya disinformasi publik. Akibatnya, lanjut dia, berita dan sentimen negatif terhadap pemerintah jadi lebih banyak dari positifnya. "Selain bisa ada reshuffle kabinet, komunikasi pemerintah mutlak harus dibenahi dan diperbaiki," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengakui, jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait buruknya komunikasi publik. Terutama terkait dengan substansi dari Undang-Undang (UU) Cipta kerja (Ciptaker). (Baca juga: Moeldoko: Jokowi Sebut Komunikasi Publik Kita Sangat Jelek ).
(zik)
Lihat Juga :