Indonesia Butuh 540 Juta Vaksin Covid-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
“ Vaksinasi merupakan upaya pemberian kekebalan tubuh untuk melawan virus yang sudah dikenali. Yang manjur untuk mengendalikan wabah, bahkan memberantas dan menghilangkan wabah dan penyakit di dunia. Seperti cacar dan polio. Vaksin adalah pelengkap dan datang secara bertahap, serta digunakan sesuai skala prioritas. Namun, kita tidak boleh lengah dan menurunkan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pesan Reisa.
Sementara itu, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin menunjukkan hasil yang baik. Data per 18 Oktober 2020 saja menunjukkan hasil tracing yang dilakukan pemerintah menyatakan dari 2,5 juta orang yang diperiksa, 86% di antaranya negatif Covid-19.
Reisa mengatakan, hasil tersebut merupakan bentuk dari upaya tracing atau pelacakan kasus yang dilakukan pemerintah. Itu berkat ratusan tenaga kesehatan, relawan, termasuk kerja sama dari masyarakat. (Baca juga: Rusia Siap Bekukan Semua Hulu Ledak Nuklirnya)
Upaya gotong-royong itu, kata dia, berhasil menemukan 1.347 kelompok penyebaran atau kluster. Secara total kini sudah ada lebih dari 4 juta spesimen yang diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia. “Sekali lagi kita sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang terkait, kerja keras mereka luar biasa,” ucap Reisa.
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu angka positivity rate sebesar 14%. Persentase itu menyatakan ada sekitar 3.000-4.000 kasus baru per harinya dan masih harus ditekan lagi.
Saat ini pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 63.380 kasus yang dirawat pada 840 rumah sakit rujukan, isolasi mandiri, atau tempat karantina yang disediakan pemerintah di berbagai daerah. “Mari kita saling membantu dan tidak menambahkan angka konfirmasi positif. Hindari kegiatan yang membahayakan diri kita dan sekitar kita,” tambahnya. (Lihat videonya: Dua Polisi yang Kawal Jogging Kena Sanksi Administratif)
Untuk upaya treatment ada 289.243 pasien sembuh. Angka kesembuhan atau recovery rate mencapai 79% yang terus ditingkatkan per minggunya. Angka kesembuhan ini juga menunjukkan peningkatan dilihat per pekan selama Oktober ini. Pekan kedua Oktober angka kesembuhan 76,48% dan pekan ketiga meningkat menjadi 78,85%. (Faorick Pakpahan)
Sementara itu, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia semakin menunjukkan hasil yang baik. Data per 18 Oktober 2020 saja menunjukkan hasil tracing yang dilakukan pemerintah menyatakan dari 2,5 juta orang yang diperiksa, 86% di antaranya negatif Covid-19.
Reisa mengatakan, hasil tersebut merupakan bentuk dari upaya tracing atau pelacakan kasus yang dilakukan pemerintah. Itu berkat ratusan tenaga kesehatan, relawan, termasuk kerja sama dari masyarakat. (Baca juga: Rusia Siap Bekukan Semua Hulu Ledak Nuklirnya)
Upaya gotong-royong itu, kata dia, berhasil menemukan 1.347 kelompok penyebaran atau kluster. Secara total kini sudah ada lebih dari 4 juta spesimen yang diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia. “Sekali lagi kita sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang terkait, kerja keras mereka luar biasa,” ucap Reisa.
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu angka positivity rate sebesar 14%. Persentase itu menyatakan ada sekitar 3.000-4.000 kasus baru per harinya dan masih harus ditekan lagi.
Saat ini pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 63.380 kasus yang dirawat pada 840 rumah sakit rujukan, isolasi mandiri, atau tempat karantina yang disediakan pemerintah di berbagai daerah. “Mari kita saling membantu dan tidak menambahkan angka konfirmasi positif. Hindari kegiatan yang membahayakan diri kita dan sekitar kita,” tambahnya. (Lihat videonya: Dua Polisi yang Kawal Jogging Kena Sanksi Administratif)
Untuk upaya treatment ada 289.243 pasien sembuh. Angka kesembuhan atau recovery rate mencapai 79% yang terus ditingkatkan per minggunya. Angka kesembuhan ini juga menunjukkan peningkatan dilihat per pekan selama Oktober ini. Pekan kedua Oktober angka kesembuhan 76,48% dan pekan ketiga meningkat menjadi 78,85%. (Faorick Pakpahan)
(ysw)
Lihat Juga :