Setahun Jokowi, Momentum Evaluasi

Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:38 WIB
loading...
Setahun Jokowi, Momentum...
Baru beberapa bulan pemerintahan berjalan, Jokowi- Maruf Amin beserta kabinetnya dihadapkan tantangan besar, utamanya pada sektor ekonomi.
A A A
TEPAT tanggal ini tahun lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menerima mandat resmi untuk memimpin negeri ini selama lima tahun ke depan. Namun, satu tahun berjalan, pemerintahan Jokowi-Amin ternyata tidak adem-ayem saja.

Baru beberapa bulan pemerintahan berjalan, Jokowi-Amin beserta kabinetnya dihadapkan tantangan besar, utamanya pada sektor ekonomi. Muaranya, capaian pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 2,97% pada kuartal I/2020 membuat tugas-tugas pemerintahan tak bisa lagi dijalankan seperti biasanya (business as usual).

Tantangan kian pelik manakala pandemi Covid-19 yang resmi dinyatakan masuk ke Indonesia pada 2 Maret juga turut mengoyak berbagai sendi kehidupan. Hingga satu tahun Kabinet Indonesia Maju ini berjalan, kontraksi-kontraksi itu masih terasa jelas. Bahkan sebagian tampak kerepotan untuk diantisipasi. Situasi inilah yang kerap menyebabkan publik protes, kecewa, bahkan hingga meluapkan amarahnya. Perasaan publik itu hakikatnya sesuatu yang wajar di tengah harapan besar mereka sebelumnya akan kehidupan yang lebih baik.

Sebenarnya banyak masyarakat memahami di tengah pandemi yang membuat situasi menjadi tidak pasti, tekanan-tekanan baik ekonomi hingga sosial akan terjadi. Namun, yang kerapkali muncul dari protes mereka justru dipicu kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tak memahami betul suasana hati publik. Tak hanya itu, kekecewaan makin bertambah manakala mereka melihat banyak kebijakan itu justru saling kontraproduktif antarkementerian satu dengan yang lain. Kebijakan di bidang perikanan misalnya, mudah sekali kabinet saat ini menegasikan capaian-capaian menteri sebelumnya. Aturan protokol kesehatan Covid-19 yang berbeda di tiap moda transportasi plus lemah penegakan di lapangan juga menggambarkan kebijakan selama ini sebatas “macan kertas”.

Belum lagi soal runyamnya pembelajaran jarak jauh (PJJ), penanganan pengangguran baru, hingga kisruh distribusi bantuan sosial membuat tugas pemerintahan saat ini makin berat. Tentu di luar itu masih banyak pekerjaan rumah lain pemerintahan ini yang perlu segera ditangani. Bagi Jokowi, satu tahun pemerintahan ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas sistem kerja yang dibuat berikut rapor kinerja para pembantunya. Evaluasi ini adalah keniscayaan dalam kerangka membangun pemerintahan yang efektif. Lebih-lebih, dalam masa pandemi ini, mendesak dibutuhkan pemerintahan yang tak asal bekerja, tapi juga responsif sekaligus adaptif.

Tentu konsekuensi evaluasi ini adalah bongkar pasang posisi. Pada titik ini, sebagai presiden, Jokowi dituntut memiliki keteguhan prinsip agar tak mudah mendapat masukan-masukan yang hanya mengutamakan kepentingan kelompok, partai, dan sebagainya. Indikasi intervensi mereka sudah banyak terlihat. Gaung reshuffle hari-hari ini makin nyaring terdengar. Makin terang lagi manakala ada beberapa kelompok atau partai yang sudah berani blak-blakan saling serang. Muaranya sudah pasti ditebak, yakni politik belah bambu, memenangkan kelompoknya dan berupaya melenyapkan kelompok lain. Berbagai dalih dan narasi pun banyak dibuat. Tapi, tujuannya tetap sama, yaitu untuk kepentingan sempit parpolnya atau kelompoknya sendiri.

Di periode kedua pemerintahannya saat ini, Jokowi sejatinya makin dihadapkan pada pertaruhan besar. Di tengah berbagai tekanan plus pandemi Covid-19 yang belum mampu sepenuhnya terkendali, Jokowi sangat membutuhkan dukungan politis sekaligus perangkat pembantu yang makin mumpuni. Tanpa itu, kepercayaan publik (public trust) akan kian mudah terdegradasi. Lebih-lebih, jika berbagai program dan kebijakan tak mampu banyak menjangkau harapan publik. Satu tahun adalah masa tepat untuk evaluasi dan melanjutkan pahatan legacy yang benar-benar bisa memberikan ketenangan sekaligus keteladanan bagi anak negeri.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Langkah...
Reshuffle Kabinet, Langkah Strategis Prabowo Pulihkan Kepercayaan Rakyat
Mekeng Ungkap Izin Tambang...
Mekeng Ungkap Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Terbit Pada 2017
Jokowi Jamu Tony Blair...
Jokowi Jamu Tony Blair di Restoran Menteng, Bahas Apa?
Eks Menteri Koalisi...
Eks Menteri Koalisi Indonesia Maju Bertemu Jokowi, Teten Masduki: Silaturahmi
Digelar Tertutup, Mantan...
Digelar Tertutup, Mantan Menteri Kabinet Indonesia Maju Temui Jokowi, Bahas Apa?
Mendikti Saintek Di-reshuffle,...
Mendikti Saintek Di-reshuffle, Akankah 3 Menteri Prabowo Ini Menyusul?
Viral Pabrik Esemka...
Viral Pabrik Esemka Terlihat Sepi, Berikut Beragam Komentar Netizen
Pede! Prabowo Sebut...
Pede! Prabowo Sebut Transisi dari Jokowi ke Dirinya Paling Mulus di Dunia
Belasan Menteri Jokowi...
Belasan Menteri Jokowi Bertahan di Kabinet Prabowo Subianto
Rekomendasi
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved