Satu Tahun Jokowi-Maruf, Demokrat Nilai Sering Buat Kebijakan Tak Populer

Senin, 19 Oktober 2020 - 15:39 WIB
loading...
Satu Tahun Jokowi-Maruf,...
Jokowi-Maruf Amin bersama tokoh parpol pengusung saat Pilpres 2019 lalu. Partai Demokrat menilai Jokowi kerap membuat kebijakan tidak populer. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui, 2020 merupakan tahun yang tidak mudah, karena pemerintah harus menghadapi pandemi COVID-19 dan muncul ancaman resesi ekonomi. Hal ini juga dihadapi pemerintahan Joko Widodo dan Maruf Amin .

"Semua harus akui, bahwa tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah. Pemerintah harus menghadapi pandemi COVID-19 di lain sisi juga berjibaku dengan ancaman resesi ekonomi. Diperlukan leadership yang jelas dalam mengelola negara di situasi seperti ini," mata Hinca dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

Hinca pun melihat beberapa kekurangan dalam pemerintahan Jokowi-Maruf. Pertama, ia melihat bahwa pemerintahan Jokowi masih belum maksimal dalam membangun komunikasi dengan pemerintahan daerah (pemda). Hal itu terlihat pada masa awal pandemi di mana, terdapat beberapa perbedaan pendapat serta kebijakan dalam menghadapi pandemi antara pusat dan daerah. (Baca juga: PDIP: Beri Kepercayaan Jokowi-Maruf, Menteri, Kepala Daerah Laksanakan Tugas )

"Komunikasi yang kurang pas juga terjadi tatkala UU Cipta Kerja disahkan bahkan sejak masa pembahasan. Dinamika yang tersaji cukup membuat suasana demokrasi terhimpit dan banyak menyisakan pertanyaan di otak publik tentang nafsu besar pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja," kata Hinca.

Anggota Komisi III DPR ini pun masih teringat saat Jokowi menaikan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No 75 Tahun 2019 yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) pada akhir Februari lalu. Akan tetapi, 2 bulan kemudian iuran BPJS kembali naik melalui Perpres No 64 tahun 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berita Terkini
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Infografis
50.000 Tentara Israel...
50.000 Tentara Israel Tak Mampu Rebut Satu Desa Pun di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved