Hatta Rajasa: Dukung Jokowi-Maruf Bukan Berarti PAN Berada di Pemerintahan

Minggu, 23 Agustus 2020 - 21:19 WIB
loading...
Hatta Rajasa: Dukung...
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa mengingatkan dukungan PAN terhadap pemerintah bukan berarti PAN berada di dalam pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin. Foto/Okezone
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa mengingatkan dukungan PAN terhadap pemerintah bukan berarti PAN berada di dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin.

Menurut Hatta, kalaupun PAN di dalam pemerintah bukan berarti PAN tidak akan kritis. Karena PAN merupakan partai yang lahir dalam sebuah momentum Reformasi. “Kita lahir dalam sebuah agenda refromasi besar, kita bukan lahir sebagai akibat dari sebuah reformasi tapi kita bagian pencetus reformasi, Pak Presiden (Jokowi) menyampaikan reformasi telah membawa ke zona nyaman beberapa orang sehingga terkesan perubahan-perubahan tersebut menjadi tersendat,” kata Hatta dalam pidatonya di acara HUT ke-22 PAN di Kantor DPP PAN di Jalan Amil No. 7, Kalibata, Pancoran, Jakarta, Minggu (23/8/2020). (Baca juga: Jokowi Percaya PAN Sejalan dengan Semangat Pemerintah Terkait Reformasi)

Mantan Ketua Umum (Ketum) PAN ini menjelaskan esensi dari reformasi adalah sebuah perubahan, berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat cepat dan drastis sehingga, sulit dikontrol. Reformasi adalah perubahan terencana dan diketahui arahnya dan kemana tujuannya. Namun, setiap perubahan selalu akan menimbulkan efek, sebagaimana dalam hukum termodinamika bahwa setiap perubahan akan menimbulkan entropi. “Sama halnya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, setiap perubahan akan menimbulkan zona ketidakteraturan bahkan menimbulkan efek yang bertentangan dengan kemajuan,” terangnya. (Baca juga: Rayakan HUT ke-22 PAN, Zulhas Ingatkan Soal Kedewasaan dan Tanggung Jawab)

Oleh sebab itu, Hatta menegaskan PAN tidak boleh menghindar karena reformasi menimbulkan efek entropi sehingga memperlambat reformasi. PAN harus mengatasi entropi tersebut karena ini tugas-tugas kemanusiaan agar bagaimana reformasi tetap berjalan namun, hambatan, kekacauan dan entropi bisa diatasi. PAN memiliki tugas sejarah dalam persoalan seperti ini. “PAN mengambil peran terdepan mengatasi persoalan tersebut. Itu yang pertama, kita terus saja, agenda reformasi terus berjalan sambil mengatasi entropi,” tegas Hatta.

Mantan Menko Perekonomian ini pun menyitir pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Boediono “is not only the prison and crisis but also paralyzed” artinya, suatu keadaan yang tiba-tiba membeku dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun menurutnya, keadaannya belum sampai itu dan keadaan krisis ini bisa bermuara ke krisis kemanusiaan. Karena, satu sisi kesehatan dan satu sisi ekonomi maka, tugas PAN adalah membantu pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia yang terdampak cukup berat akibat krisis ini. “Bukan hanya kita, dunia mengalami krisis. Oleh sebab itu peran kita harus kita tingkatkan dalam konteks seperti ini. Ketum beberapa kali menyampaikan please, ulurkan support kita. Karena di sinilah yang dianggap kerja nyata itu, ketika bangsa kita mengalami krisis di situlah peran kita,” ujarnya. (Baca juga: Soetrisno Bachir Ingin PAN Lakukan Lompatan Besar di 2024)

Namun, mantan kompetitor Jokowi di Pilpres 2014 ini menegaskan, dukungan PAN ke pemerintah bukan berarti PAN berada di dalam pemerintah. Begitu juga kalau PAN di dalam pemerintah bukan berarti PAN tidak akan kritis. Tapi lebih kepada dukungan PAN untuk bangsa dan negara dalam menghadapi beragam persoalan.

“Kita mensupport pemerintah doesn't mean that we have to be (bukan berarti PAN harus berada) di dalam pemerintahan, sama halnya kalau kita di dalam pemerintahan bukan berarti kita tidak kritis. Ketika kita tidak bersama pemerintah kita support pemerintahan kita support bangsa kita mengatasi persoalan-persoalan, bila kita di dalam pemerintah tidak lepas kritis kita. Itulah watak, sikap PAN,” tegasnya. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Rekomendasi
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
Rumah Warisan atau Ditinggalkan?...
Rumah Warisan atau Ditinggalkan? Ki Atmo dan Dua Spiritualis Beri Saran Berbeda untuk Narasumber Ini?!
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved