Perkuat Diri dengan Menggali Nilai Leluhur Bangsa
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Hal itu nantinya untuk kita aktualisasikan sebagai resources atau sumber untuk kita ramu, kita bangun dan kita konstruksi. Sehingga nantinya akan dapat menjadi narasi narasi yang bisa meng-counter terhadap gerakan radikalisme dan terorisme itu,” tutur dosen pascasarjana Universitas Nahdatul Ulama Indonesia Jakarta ini.(Baca juga: Survei Indikator: Mayoritas Responden Percaya Jokowi Mampu Tangani Covid-19 )
Pria yang khas dengan blangkonnya ini juga mengingatkan masyarakat untuk selalu bisa melakukan kontrol sosial secara bijak agar tidak mudah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang menggunakan narasi-narasi radikalisasi menuju anarki.
Sejatinya, lanjut dia, masyarakat sebetulnya sudah memiliki self defence mechanism atau mekanisme pertahanan diri untuk menolak yang seperti itu. “Tetapi potensi ini kan tidak akan tumbuh dan tidak akan berkembang kalau tidak ada yang mendampingi, tidak ada yang mendorong atau tidak ada yang memfasilitasi. Mereka ini sudah punya mekanisme pertahananan itu, tetapi masyarakat ini perlu supporting sistem,” tuturnya.
Dirinya memberikan contoh di Wonosobo. Potensi masyarakat untuk membentengi dirinya ini sudah tergarap dengan baik karena banyak tokoh-tokoh, aktor-aktor yang mengeksplorasi ini dan mengaktualisasikan secara tepat."Masyarakatnya sudah memiliki self defence mechanism, potensinya sudah ada dan itu dieksploirasi dan diaktualisasi oleh para tokoh-tokoh penggerak. Nah sekarang harus kita cari penggerak di beberapa daerah lain yang bisa melakukan itu,” tuturnya.
Untuk itu dirinya juga meminta kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama untuk mau dan ikut berperan menyampaikan narasi anti radikal dan anti anarkistis kepada masyarakat di daerahnya.
Pria yang khas dengan blangkonnya ini juga mengingatkan masyarakat untuk selalu bisa melakukan kontrol sosial secara bijak agar tidak mudah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang menggunakan narasi-narasi radikalisasi menuju anarki.
Sejatinya, lanjut dia, masyarakat sebetulnya sudah memiliki self defence mechanism atau mekanisme pertahanan diri untuk menolak yang seperti itu. “Tetapi potensi ini kan tidak akan tumbuh dan tidak akan berkembang kalau tidak ada yang mendampingi, tidak ada yang mendorong atau tidak ada yang memfasilitasi. Mereka ini sudah punya mekanisme pertahananan itu, tetapi masyarakat ini perlu supporting sistem,” tuturnya.
Dirinya memberikan contoh di Wonosobo. Potensi masyarakat untuk membentengi dirinya ini sudah tergarap dengan baik karena banyak tokoh-tokoh, aktor-aktor yang mengeksplorasi ini dan mengaktualisasikan secara tepat."Masyarakatnya sudah memiliki self defence mechanism, potensinya sudah ada dan itu dieksploirasi dan diaktualisasi oleh para tokoh-tokoh penggerak. Nah sekarang harus kita cari penggerak di beberapa daerah lain yang bisa melakukan itu,” tuturnya.
Untuk itu dirinya juga meminta kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama untuk mau dan ikut berperan menyampaikan narasi anti radikal dan anti anarkistis kepada masyarakat di daerahnya.
(dam)
Lihat Juga :