Bawaslu Ungkap Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Meningkat Dua Kali Lipat

loading...
Bawaslu Ungkap Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Meningkat Dua Kali Lipat
Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkapkan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) COVID-19 pada 10 hari kedua tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 meningkat dua kali lipat.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas. Temuan Bawaslu pada 6-15 Oktober ada sebanyak 375 kasus. (Baca juga: 20 Hari Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan 375 Pelanggaran Protokol Kesehatan)

“Angka tersebut bertambah 138 dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye, yakni pada 26 September hingga 5 Oktober (2020) lalu. (Saat itu) Jumlah pelanggaran prokes 237 kasus,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (18/10/2020).

Dia menjelaskan pihaknya telah menerbitkan peringatan tertulis untuk pasangan calon (paslon) dan tim kampanye. Bahkan, Bawaslu melakukan pembubaran terhadap kampanye tatap muka yang dihadiri lebih dari 50 orang.



“Bawaslu menerbitkan sebanyak 233 surat peringatan tertulis pada periode kampanye 10 hari kedua. Jumlah itu meningkat sebanyak 163 surat dibandingkan pada 10 hari pertama yang hanya ada 70 surat peringatan tertulis,” paparnya.

Bawaslu membubarkan 35 kampanye tatap muka yang melanggar prokes pada 6-15 Oktober ini. Pada 10 hari pertama, Bawaslu membubar 48 kampanye tatap muka.

Afif, sapaan akrabnya, menuturkan ada sebanyak 16.468 kampanye pertemuan terbatas di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Angka itu meningkat tajam dari 10 hari pertama masa kampanye. Saat itu, hanya ada 9.189 kegiatan kampanye.



Bawaslu tidak hanya memantau gerak-gerik paslon dan tim sukses dalam berkampanye. Bawaslu juga memetakan peningkatan orang yang positif COVID-19. Data tersebut kemudian disandingkan dengan jumlah kampanye tatap muka.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top