Gatot Nurmantyo: Mau Dibilang Kadrun, Allah Tahu yang Saya Lakukan
Minggu, 18 Oktober 2020 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Ketika itu Gatot menyadari jika terjadi sesuatu maka akan berbahaya. Kekuatan Paspampres yang hanya 400 orang dinilainya tidak bisa menghadapi jutaan orang pedemo.
"Maka saya mengenakan peci putih. Tujuannya ingin menunjukkan saya aparatur tapi saya juga bagian dari anda (pedemo-red). Jadi ketika saya berbicara, didengarkan oleh mereka. Ini diartikan lain, bagi saya wajar-wajar saya. tugas pokok saya mengamankan presiden dan mengamankan demonstran. ada hal-hal lain yang tidak bisa ceritakan," tutur Gatot sambil tertawa.(Baca juga: Anggap Syahganda dan Jumhur sebagai Gurunya, Arief Poyuono Minta Jokowi dan Megawati Lakukan Hal Ini )
Lalu Karni bertanya apakah Gatot sekarang tidak khawatir disebut kaum khilafah atau kadrun. "Jenderal tidak khawatir disebut kaum khilafah atau kadrun stigma itu ditempelkan ke jenderal," tanya Karni.
Gatot menjawab itu sebagai bagian risiko dalam menjalankan tugasnya yang memegang doktrin asas tujuan. "Di 212 pun saya juga dibilang orang pemerintah jadi saya dalam tanda kutip tidak disukai dua duanya, itu risiko," kata Gatot.
"Maka saya mengenakan peci putih. Tujuannya ingin menunjukkan saya aparatur tapi saya juga bagian dari anda (pedemo-red). Jadi ketika saya berbicara, didengarkan oleh mereka. Ini diartikan lain, bagi saya wajar-wajar saya. tugas pokok saya mengamankan presiden dan mengamankan demonstran. ada hal-hal lain yang tidak bisa ceritakan," tutur Gatot sambil tertawa.(Baca juga: Anggap Syahganda dan Jumhur sebagai Gurunya, Arief Poyuono Minta Jokowi dan Megawati Lakukan Hal Ini )
Lalu Karni bertanya apakah Gatot sekarang tidak khawatir disebut kaum khilafah atau kadrun. "Jenderal tidak khawatir disebut kaum khilafah atau kadrun stigma itu ditempelkan ke jenderal," tanya Karni.
Gatot menjawab itu sebagai bagian risiko dalam menjalankan tugasnya yang memegang doktrin asas tujuan. "Di 212 pun saya juga dibilang orang pemerintah jadi saya dalam tanda kutip tidak disukai dua duanya, itu risiko," kata Gatot.
(dam)
Lihat Juga :