Petahana Dukung KPK Bantu Wujudkan Jember Bersih dari Korupsi

loading...
Petahana Dukung KPK Bantu Wujudkan Jember Bersih dari Korupsi
Calon Bupati Jember, Faida mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengirimkan tim untuk mengonfirmasi temuan kejanggalan alokasi dana penanganan COVID-19 pada awal September lalu. FOTO/IST
A+ A-
JAKARTA - Calon Bupati Jember, Faida mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengirimkan tim untuk mengonfirmasi temuan kejanggalan alokasi dana penanganan COVID-19 pada awal September lalu. Menurutnya, langkah ini sangat membantu Jember bersih dariKorupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Kedatangan KPK memeriksa justru mempercepat reformasi birokrasi di Jember. Semua pihak harus membantu KPK, karena ini semua untuk mempercepat Jember menjadi Kota Layanan Publik yang bersih dari KKN," kata dokter Faida yang kini sedang cuti sebagai Bupati Jember karena kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020 dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2020).

Petahana dari jalur independen ini mengungkapkan bahwa KKN masih kuat menjadi penghalang dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Hambatannya adalah ada oknum di Jember yang masih mempraktikkan cara-cara lama. "Sehingga refomasi birokrasi tidak mudah dilakukan dan pelayanan publik sering mengalami hambatan. Misalnya, masih banyak kebijakan bantuan untuk rakyat yang belum tepat sasaran, sehingga yang berhak justru belum menerima," ungkapnya. (Baca juga: Bupati Jember Melawan, Pemakzulan Dinilai Tak Prosedural)

"Siapa yang menghambat? Saya tidak perlu sebut siapa. Yang penting, lima tahun ke depan tidak boleh lagi ada yang menghambat pelayanan rakyat dan pembangunan di Jember. Kita berterima kasih KPK ikut membantu," ujarnya.



Faida mengakui butuh gerakan antikorupsi yang luas melibatkan masyarakat dan seluruh kekuatan pemerintah untuk memberantas KKN di semua lini di Jember. "Untuk itu kami sudah siapkan berbagai rencana dan program khusus melawan KKN lima tahun ke depan. Rakyat harus terlibat. Karena selama ini dirugikan," katanya.

Sementara itu, mahasiswa universitas di Jember, Mohammad Lutfi menilai Faida adalah sosok disiplin yang tidak mentolerir KKN di menjelang Pilkada 2020 banyak giat untuk menghambat Faida maju kembali menjadi Bupati Jember. "Mereka berhasil mempengaruhi partai-partai politik untuk memboikot Faida untuk maju lagi. Berbagai manuver politik dilakukan, termasuk fitnah, intrik sampai pemakzulan oleh DPRD," katanya. (Baca juga: Pemberhentian Bupati Jember Faida di Tangan Mahmakah Agung)

Namun, menurut Lutfi, oknum-oknum tersebut tidak menyangka dukungan rakyat pada Faida sangat kuat untuk kembali memimpin Jember. Faida tetap maju berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto atau yang lebih akrab Mas Vian.



"Artinya harapan rakyat pada Faida begitu besar dan luas tak bisa dibendung oleh partai-partai politik dan oknum-oknum sakit hati. Pilkada kali ini adalah pertarungan antara rakyat berhadapan dengan oknum-oknum yang berhasil menungganggi elit-elit dari partai politik di Jember. Ini pertarungan antara kepentingan rakyat melawan kepentingan segelintir oknum yang biasa memperkaya diri dengan cara KKN," katanya.
(abd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top