Ini Dia Penumpang Gelap Demonstrasi Penolakan UU Cipta Kerja
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok kedua, adalah para pengikut, pengejar eksistensi, korban propaganda hoaks di media sosial. Menurut dia, kelompok ini didominasi oleh remaja-remaja yang nyaris sebagian besar tidak paham konten UU Cipta Kerja. "Kelompok kedua ini mudah diprovokasi untuk menyerang aparat," ujar pria yang juga pengamat terorisme.
(Baca: Dituding Dalangi Aksi Penolakan UU Ciptaker, SBY: Saya Menjadi Korban)
Adapun kelompok yang ketiga, Stanislaus menyebut para penumpang gelap atau menumpang isu penolakan UU Cipta Kerja untuk kepentingannya sendiri atau kelompok. Ciri khas dari kelompok ini dapat dilihat dari aksi dan narasinya. Aksi yang dilakukan menjurus pada kekerasan dan perusakan dilakukan oleh kelompok anarko.
Di sisi lain, sambung dia, narasi yang disampaikan kelompok ini melenceng dari UU Cipta Kerja. Misalnya narasi lengserkan Presiden atau sentimen terhadap etnis tertentu, dilakukan oleh kelompok politis dan ideologis.
"Bukti dari adanya kelompok ketiga ini adalah adanya penangkapan oleh Polri terhadap para pelaku, yang bukan berasal dari komponen buruh dan mahasiswa," bebernya.
(Baca: Dituding Dalangi Aksi Penolakan UU Ciptaker, SBY: Saya Menjadi Korban)
Adapun kelompok yang ketiga, Stanislaus menyebut para penumpang gelap atau menumpang isu penolakan UU Cipta Kerja untuk kepentingannya sendiri atau kelompok. Ciri khas dari kelompok ini dapat dilihat dari aksi dan narasinya. Aksi yang dilakukan menjurus pada kekerasan dan perusakan dilakukan oleh kelompok anarko.
Di sisi lain, sambung dia, narasi yang disampaikan kelompok ini melenceng dari UU Cipta Kerja. Misalnya narasi lengserkan Presiden atau sentimen terhadap etnis tertentu, dilakukan oleh kelompok politis dan ideologis.
"Bukti dari adanya kelompok ketiga ini adalah adanya penangkapan oleh Polri terhadap para pelaku, yang bukan berasal dari komponen buruh dan mahasiswa," bebernya.
Lihat Juga :