Pilkada Asimetris Dimungkinkan Dilaksanakan di Wilayah Kepulauan dan Terpencil

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 15:41 WIB
loading...
Pilkada Asimetris Dimungkinkan...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) asimetris bisa dilakukan di beberapa wilayah, seperti kepulauan dan terpencil. Salah satu, wilayah yang memungkinkan melaksanakan pilkada asimetris adalah Papua.

Sejak Indonesia menerapkan sistem pilkada langsung masih menimbulkan masalah, seperti sengketa hasil dan politik uang. Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Akmal Malik mengatakan, sejak melaksanakan pilkada langsung pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2005, hampir tiap tiga hari Indonesia menghelat kontestasi politik di daerah ini.

Akmal menyebut Indonesia sempat memperoleh rekor MURI sebagai negara yang paling banyak menggelar pemilihan. Sepuluh tahun kemudian, pemerintah akhirnya memutuskan menggelar pilkada serentak. Pilkada langsung dan serentak berikutnya pada tahun 2017, 2018, dan 2020 ini. Tahun ini, pilkada akan digelar di 270 daerah pada 9 Desember nanti.

Akmal memaparkan, diskursus mengenai pilkada yang sering dibahas publik dan media, seperti ongkos politik yang mahal, maraknya pelanggaran pemilihan, netralitas aparatur sipil negara (ASN), daftar pemilih sementara (DPS), dan daftar pemilih tetap. Masalah sering dibahas, tetapi sulit untuk dibuktikan adalah tentang biaya kursi, perahu, atau tiket dari partai politik (parpol) yang besar.

"Beberapa diskursus tentang hasil pilkada yang belum memuaskan. Banyak di antaranya yang terlibat persoalan hukum, fenomena pecah kongsi akibat rekrutmen secara berpasangan. Sekarang ada tren naik paslon tunggal, dan dinasti politik yang dianggap mencederai makna demokrasi," ujarnya dalam diskusi daring dengan teman 'Dinamika dan Evaluasi Pilkada di Tanah Papua', Jumat (16/10/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Gelar Pameran...
Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Kemendagri Beber Strategi...
Kemendagri Beber Strategi Cegah Penyelewengan Dana Desa
Latsar CPNS Kemendagri...
Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Digitalisasi Pendidikan:...
Digitalisasi Pendidikan: Ikhtiar Kemajuan atau Ujian Keadilan?
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
BSKDN: Digitalisasi...
BSKDN: Digitalisasi Pemilu Tetap Berlandaskan Prinsip Dasar Demokrasi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved