Satgas COVID-19: Budaya Bermasker Harus Dimulai dari Sadar Bahaya Virus Corona
Rabu, 14 Oktober 2020 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
“Bedanya dengan COVID-19, ada yang memang tanpa gejala, ada yang dengan gejala ringan, dan ada juga dengan gejala berat sampai dengan kematian,” imbuh dokter spesialis di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FK UGM itu.
Terkait penggunaan masker, Ika menjelaskan bahwa penyebaran virus bisa terjadi karena kontak erat dengan orang yang sudah terpapar. Umumnya, percikan yang keluar dari hidung maupun mulut penderita COVID-19 akan mengeluarkan partikel kecil (droplet) yang bisa terbawa di udara dan mudah terhirup.
“Inilah mengapa kita harus menggunakan masker. Kalaupun kita berada dekat orang yang terinfeksi COVID-19, apabila kita menggunakan proteksi (masker), maka kita tidak akan mudah menghirup droplet yang dikeluarkan oleh pasien,” paparnya.
Percikan lainnya bisa berwujud partikel besar yang bisa menempel pada benda-benda di sekeliling orang yang sakit. Apabila disentuh orang sehat dan tidak melakukan cuci tangan, langsung menyentuh mulut, hidung atau mengusap wajah, maka akan menyebabkan penularan secara tidak langsung. (Baca juga: Efektif Cegah Paparan COVID-19, Budaya Wajib Masker Harus Terus Dikampanyekan)
Melihat bahaya tersebut, Ika mengingatkan perlunya penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, dan mencuci tangan di air mengalir dengan memakai sabun (3M).
Terkait penggunaan masker, Ika menjelaskan bahwa penyebaran virus bisa terjadi karena kontak erat dengan orang yang sudah terpapar. Umumnya, percikan yang keluar dari hidung maupun mulut penderita COVID-19 akan mengeluarkan partikel kecil (droplet) yang bisa terbawa di udara dan mudah terhirup.
“Inilah mengapa kita harus menggunakan masker. Kalaupun kita berada dekat orang yang terinfeksi COVID-19, apabila kita menggunakan proteksi (masker), maka kita tidak akan mudah menghirup droplet yang dikeluarkan oleh pasien,” paparnya.
Percikan lainnya bisa berwujud partikel besar yang bisa menempel pada benda-benda di sekeliling orang yang sakit. Apabila disentuh orang sehat dan tidak melakukan cuci tangan, langsung menyentuh mulut, hidung atau mengusap wajah, maka akan menyebabkan penularan secara tidak langsung. (Baca juga: Efektif Cegah Paparan COVID-19, Budaya Wajib Masker Harus Terus Dikampanyekan)
Melihat bahaya tersebut, Ika mengingatkan perlunya penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, dan mencuci tangan di air mengalir dengan memakai sabun (3M).
(kri)
Lihat Juga :