Door to Door, Semua Warga Kota Bengkulu Ditarget Terima Bansos
Rabu, 06 Mei 2020 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Maka itu, pihaknya memiliki tim khusus untuk menyisir siapa saja warga yang tidak terdata menerima bantuan tersebut. "Kadang misalnya kalau kita berbasis KK, KK nya misal 200 ribu, tapi orangnya sudah pindah," ungkapnya.
Contoh lainnya, kata dia, ada warga yang memiliki KK dan KTP Kota Bengkulu, namun bekerja di wilayah kabupaten. "Maka orangnya enggak dapat," ujarnya.
Dia mengaku pihaknya tidak melihat kondisi rumah atau harta yang dimiliki warga untuk mendistribusikan bantuan tersebut. "Alhamdulillah, 100 persen warga Indonesia yang ada di Kota Bengkulu, yang terdampak Covid-19 ini, ini mendapatkan semua," katanya.
Dia pun memberikan salah satu contoh lainnya. "Misalnya begini, ada orang rumahnya besar, mobilnya besar, badannya pun besar, ini kan RT juga bingung, mau didata takut tersinggung, enggak didata bagaimana. Misalnya dia utangnya juga besar juga, mobil besar, utangnya lebih besar, gajinya tetap di bank semua, ini bagaimana," imbuhnya.
Hal tersebut, menurut dia, kebingungan yang dialami pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. "Maka kemudian kita bikin kebijakan, jangan sampai kemudian ada yang gantung diri di kota Bengkulu, gara-gara dia malu minta-minta, dia enggak mau minta-minta, tapi kalau kemudian dia diberikan pemerintah, dia terima, ada masyarakat kita seperti itu, ada masyarakat yang tidak mau minta-minta," katanya.
Contoh lainnya, kata dia, ada warga yang memiliki KK dan KTP Kota Bengkulu, namun bekerja di wilayah kabupaten. "Maka orangnya enggak dapat," ujarnya.
Dia mengaku pihaknya tidak melihat kondisi rumah atau harta yang dimiliki warga untuk mendistribusikan bantuan tersebut. "Alhamdulillah, 100 persen warga Indonesia yang ada di Kota Bengkulu, yang terdampak Covid-19 ini, ini mendapatkan semua," katanya.
Dia pun memberikan salah satu contoh lainnya. "Misalnya begini, ada orang rumahnya besar, mobilnya besar, badannya pun besar, ini kan RT juga bingung, mau didata takut tersinggung, enggak didata bagaimana. Misalnya dia utangnya juga besar juga, mobil besar, utangnya lebih besar, gajinya tetap di bank semua, ini bagaimana," imbuhnya.
Hal tersebut, menurut dia, kebingungan yang dialami pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. "Maka kemudian kita bikin kebijakan, jangan sampai kemudian ada yang gantung diri di kota Bengkulu, gara-gara dia malu minta-minta, dia enggak mau minta-minta, tapi kalau kemudian dia diberikan pemerintah, dia terima, ada masyarakat kita seperti itu, ada masyarakat yang tidak mau minta-minta," katanya.
(maf)
Lihat Juga :