Ormas Islam Demo UU Cipta Kerja, Pemuda Muhammadiyah Ingatkan soal Provokator

Selasa, 13 Oktober 2020 - 07:50 WIB
loading...
Ormas Islam Demo UU...
Ormas Islam saat berunjuk rasa menolak UU HIP di depan Gedung DPR. Hari ini aksi yang sama direncakan digelar di Istana Negara untuk menolak UU Cipta Kerja. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hari ini sejumlah ormas Islam bakal menggelar unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta. Ormas tersbeut di antaranya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Presidium Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI).

Ketua Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin mengungkapkan, unjuk rasa adalah salah satu bentuk penyampaian pendapat yang dijamin hukum. Akan tetapi, menggunakan hak kebebasan berpendapat juga dituntut untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

"Perusakan fasilitas umum tidak boleh dilakukan dan pada sisi yang lain, saya berharap pihak kepolisian tidak menggunakan cara represif dalam menangani teman-teman peserta aksi," ujar Razikin kepada SINDOnews, Selasa (13/10/2020)

(Baca: Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut Aksi 'Kepung Istana' Dilakukan Sejumlah Ormas Islam)

Karena, kata Razikin, dalam situasi seperti sekarang ada banyak orang yang berkepentingan, yang bisa saja sengaja memprovokasi massa aksi. "Karena itu perlu kehati-hatian menanganinya," ungkapnya.

Dia mengatakan, ada banyak yang diatur dalam UU Cipta Kerja, bukan hanya soal ketenagakerjaan. "Yang menarik saya kira ada pengaturan UMKM diberi kemudahan, pengaturan sertifikat halal yang tidak bebankan kepada pelaku usaha mikro. Hal-hal seperti juga sangat menguntungkan rakyat kecil," ujarnya.

Maka itu, dia berharap, semua elemen bangsa bersama-sama menelaah berbagai persoalan yang diatur dalam UU Cipta Kerja, tidak kemudian dilihat secara parsial. "Mengenai hal-hal yang dirasa merugikan ada baiknya dipersoalkan lewat Mahkamah Konstitusi, hal ini mencerminkan kita sebagai negara demokrasi yang konstitusional dan beradab," tuturnya.

(Baca: Pemuda Muhammadiyah Dukung Judicial Review UU Cipta Kerja ke MK)

Kendati demikian, dia mengakui setiap warga negara memiliki hak untuk menggelar demonstrasi. Dia pun mengaku bisa memahami suasana batin kelompok yang menolak UU Cipta Kerja terutama kelompok buruh.

"Namun saya melihat ada kelompok yang selama ini memang berseberangan dengan pemerintah kelihatannya menunggangi isu UU Cipta Kerja untuk melancarkan protes pada pemerintah bahkan kelompok ini menjurus pada agenda menurunkan Presiden. Hal ini sangat tidak sehat bagi pertumbuhan demokrasi kita," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Jambore Relawan NU Peduli...
Jambore Relawan NU Peduli se-Jateng, Gus Rozin Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Rekomendasi
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Berita Terkini
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Polemik Kabinet Bayangan,...
Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Menyoroti Mekanisme Kritik dalam Demokrasi
Di Forum ASEAN, Indonesia...
Di Forum ASEAN, Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan Lestari
Infografis
Presiden Jokowi Resmi...
Presiden Jokowi Resmi Teken Undang-undang Cipta Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved