Tanamkan Pancasila ke Masyarakat dengan Dialog Kerja, Bukan Dialog Teoritis
Kamis, 08 Oktober 2020 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
"Pancasila tak cukup dipidatokan, di kampung harus diaktualisasikan. Mereka diajak berdiskusi dan bekerjasama menerapkan ideologi Pancasila," ujarnya.
Telah banyak contoh konkret dialog kerja Pancasila yang diterapkan desa-desa di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan telah mendapat penghargaan dari BPIP.
Di Bengkulu, Desa Sindang Jati merupakan contoh nyata nilai Pancasila terkemas dalam bentuk moderasi beragama. Desa ini dihuni masyarakat dengan empat agama berbeda: Islam, Katolik, Kristen dan Budha. Keempatnya mampu hidup rukun dan saling membantu dalam perhelatan perayaan keagamaan dan kenegaraan.
Dengan tindakan yang dilakukan para warga di desa Sindang Jati itu, BPIP pun menobatkan desa ini sebagai "Desa Moderasi Beragama dan Kebangsaan".
Di Palu, Sulawesi Tengah, masyarakat sejak dulu kala telah tumbuh dalam semangat toleransi dan gotong royong. Kearifan lokal yang berpijak pada toleransi di wilayah ini dinilai ampuh mengatasi persoalan sosial yang datang mendera kota Palu. Bahkan, saking tingginya toleransi di daerah ini, Presiden Soekarno pernah berujar bahwa Palu ibarat rangkaian mutiara.
Lalu, ada lagi Kampung Glintung Go Green di Malang yang ditetapkan oleh BPIP sebagai Pusat Pelatihan Membangun Kampung Berbasis Gotong Royong. Kampung ini telah menularkan nilai sosialnya ke kampung-kampung lain, di antaranya Kampung Wonosari Go Green yang masih berlokasi di Malang.
Telah banyak contoh konkret dialog kerja Pancasila yang diterapkan desa-desa di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan telah mendapat penghargaan dari BPIP.
Di Bengkulu, Desa Sindang Jati merupakan contoh nyata nilai Pancasila terkemas dalam bentuk moderasi beragama. Desa ini dihuni masyarakat dengan empat agama berbeda: Islam, Katolik, Kristen dan Budha. Keempatnya mampu hidup rukun dan saling membantu dalam perhelatan perayaan keagamaan dan kenegaraan.
Dengan tindakan yang dilakukan para warga di desa Sindang Jati itu, BPIP pun menobatkan desa ini sebagai "Desa Moderasi Beragama dan Kebangsaan".
Di Palu, Sulawesi Tengah, masyarakat sejak dulu kala telah tumbuh dalam semangat toleransi dan gotong royong. Kearifan lokal yang berpijak pada toleransi di wilayah ini dinilai ampuh mengatasi persoalan sosial yang datang mendera kota Palu. Bahkan, saking tingginya toleransi di daerah ini, Presiden Soekarno pernah berujar bahwa Palu ibarat rangkaian mutiara.
Lalu, ada lagi Kampung Glintung Go Green di Malang yang ditetapkan oleh BPIP sebagai Pusat Pelatihan Membangun Kampung Berbasis Gotong Royong. Kampung ini telah menularkan nilai sosialnya ke kampung-kampung lain, di antaranya Kampung Wonosari Go Green yang masih berlokasi di Malang.
Lihat Juga :