Satgas Minta Penanganan Corona di 22 Kabupaten/Kota Dievaluasi
Kamis, 08 Oktober 2020 - 19:06 WIB
loading...
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut lima provinsi dengan persentase kematian tertinggi Indonesia .Di antaranya Jawa Timur sebesar 7,31%, Jawa Tengah 6,08%, Nusa Tenggara Barat 5,94%, Sumatera Selatan 5,63%, dan Bengkulu 5,08%.
Sementara lima provinsi dengan penyumbang angka kematian tertinggi per 4 Oktober, yaitu Kalimantan Timur naik lima kasus kematian, Jawa barat naik 25 kasus kematian, Sumatera Barat naik 20 kasus kematian, Aceh naik 17 kasus kematian, dan Papua naik 15 kasus kematian.
“Mohon benar-benar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya, utamanya di rumah sakit. Penanganan Covid-19 dilakukan sejak dini, terutama pada kelompok risiko rentan dengan gejala sedang dan berat,” katanya saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020). (Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap 1.000 Perusuh dalam Aksi Unjuk Rasa)
Namun jika dilihat per kabupaten/kota, sebagian besar daerah telah mampu menekan angka kematian. Dia menyebut 374 atau 72,76% dari 514 kabupaten/kota telah berhasil menekan angka kematian di bawah 10 orang.
Dia juga mengapresiasi daerah-daerah yang mampu menekan angka kematian. Namun tetap saja kasus kematian harus dicegah semaksimal mungkin. “Namun seperti yang selalu saya katakan, satu kematian pun terbilang nyawa. Kita tidak bisa mentolerir adanya kematian. Untuk itu menekan angka kematian ahrus betul-betul diupayakan dengan segera dan semaksimal mungkin,” ujarnya. (Baca juga: Massa Pendemo Bakar Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia)
Wiku menyebut ada 22 kabupaten/kota yang memiliki angka kematian lebih dari 100 orang. Daerah-daerah tersebut adalah Kota Surabaya di Jawa Timur, Kota Semarang di Jawa Tengah, Sidoarjo Jawa Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan di DKI.
Lalu Kota Makassar di Sulawesi Selatan, Kota Medan di Sumatera Utara, Jakarta Utara di DKI, Gresik di jawa Timur, Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, Kota Palembang di Sumatera Selatan, Kota Malang di Jawa Timur, Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Demak di Jawa Tengah, Pasuruan di Jawa Timur, Kota Mataram di NTB, Kota Manado di Sulawesi Utara, Kota Samarinda di Kalimantan Timur, Kudus di Jawa Tengah, Kota Pekanbaru di Riau.
“Kepada pemerintah daerah dari 22 kabupaten/kota ini untuk benar-benar dapat mengevaluasi penanganan kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Segera menginformasikan kepada pemerintah pusat dan satgas jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan dalam rangka menekan angka kematian,” tuturnya.
Sementara lima provinsi dengan penyumbang angka kematian tertinggi per 4 Oktober, yaitu Kalimantan Timur naik lima kasus kematian, Jawa barat naik 25 kasus kematian, Sumatera Barat naik 20 kasus kematian, Aceh naik 17 kasus kematian, dan Papua naik 15 kasus kematian.
“Mohon benar-benar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya, utamanya di rumah sakit. Penanganan Covid-19 dilakukan sejak dini, terutama pada kelompok risiko rentan dengan gejala sedang dan berat,” katanya saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020). (Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap 1.000 Perusuh dalam Aksi Unjuk Rasa)
Namun jika dilihat per kabupaten/kota, sebagian besar daerah telah mampu menekan angka kematian. Dia menyebut 374 atau 72,76% dari 514 kabupaten/kota telah berhasil menekan angka kematian di bawah 10 orang.
Dia juga mengapresiasi daerah-daerah yang mampu menekan angka kematian. Namun tetap saja kasus kematian harus dicegah semaksimal mungkin. “Namun seperti yang selalu saya katakan, satu kematian pun terbilang nyawa. Kita tidak bisa mentolerir adanya kematian. Untuk itu menekan angka kematian ahrus betul-betul diupayakan dengan segera dan semaksimal mungkin,” ujarnya. (Baca juga: Massa Pendemo Bakar Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia)
Wiku menyebut ada 22 kabupaten/kota yang memiliki angka kematian lebih dari 100 orang. Daerah-daerah tersebut adalah Kota Surabaya di Jawa Timur, Kota Semarang di Jawa Tengah, Sidoarjo Jawa Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan di DKI.
Lalu Kota Makassar di Sulawesi Selatan, Kota Medan di Sumatera Utara, Jakarta Utara di DKI, Gresik di jawa Timur, Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, Kota Palembang di Sumatera Selatan, Kota Malang di Jawa Timur, Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Demak di Jawa Tengah, Pasuruan di Jawa Timur, Kota Mataram di NTB, Kota Manado di Sulawesi Utara, Kota Samarinda di Kalimantan Timur, Kudus di Jawa Tengah, Kota Pekanbaru di Riau.
“Kepada pemerintah daerah dari 22 kabupaten/kota ini untuk benar-benar dapat mengevaluasi penanganan kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Segera menginformasikan kepada pemerintah pusat dan satgas jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan dalam rangka menekan angka kematian,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :