Merajut Kesetaraan Lewat International Forum on Spice Route

Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
Merajut Kesetaraan Lewat...
Ketua Dewan Pengurusan Yayasan Negeri Rempah Kumoratih Kushardjanto. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Diplomasi ternyata tidak hanya mengenai kata-kata, dialog, atau pertukaran. Setidaknya itu yang tercermin dari International Forum on Spice Route (IFSR) 2020, yang digelar akhir September lalu. Forum yang diinisiasi Yayasan Negeri Rempah ini berhasil mempertemukan banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri melalui kebudayaan.

“Sesederhana kue kembang goyang, cucur gula merah, dan acar kuning, yang disebut oleh duta besar Sri Lanka di Indonesia sebagai pengaruh atas penganan kokis, kavum, dan achcharu. Hingga kerumitan tarif dan tata niaga rempah antarnegara. Rasa lapar dan dahaga yang sama berhasil membuat lebih dari 1.000 peserta meluangkan waktu, mereka bergabung di forum ini,” kata Ketua Dewan Pengurus Yayasan Negeri Rempah Kumoratih Kushardjanto, yang juga panitia pelaksana IFSR 2020 ini. (Baca: Keajaiban Surah Al-Fatihah, Menyembuhkan Penyakit dan Penawar Racun)

Dalam forum ini, lebih dari 60 topik disampaikan oleh para pakar yang berbeda sesuai dengan bidang keahliannya. Mulai topik-topik besar seperti perubahan iklim yang tentunya membutuhkan kerja sama antarbangsa untuk menyiasatinya demi kepentingan bersama. Hingga topik-topik khas seperti setan gundul atau tuyul yang berkaitan dengan persepsi lokal terhadap nilai keekonomian, yang pada akhirnya menjadi topik menarik jika diperbincangkan antarbangsa dalam konteks mencari kesamaan unsur-unsur budaya dari bangsa lain.

“Beragam peluang tersodorkan dengan menghubungkan pihak-pihak terkait dalam rangkaian pemanfaatan rempah. Dari produsen rempah dan UMKM hingga konsul jenderal Indonesia di negara lain. Juga dari para peneliti dan pelaku industri produk rempah baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Kumoratih.

Bagi penyelenggara, forum ini memberikan kesadaran bersama bahwa diplomasi kebudayaan tidak hanya sebuah kesempatan untuk memproyeksikan nilai-nilai kita sendiri, namun juga membuka peluang untuk bisa mengerti dan pada akhirnya menerima masukan nilai-nilai dari komunitas atau bangsa-bangsa lain. “Sebuah dialog yang tanpa henti. Ulasan dari berbagai media di dalam maupun luar negeri membesarkan hati, bahwa topik mengenai rempah telah semakin menjadi arus utama,” ujar Kumoratih. (Baca juga: Miris, UU Ciptaker Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Hari Seni Sedunia, Ibas...
Hari Seni Sedunia, Ibas Dorong Penguatan Seni Budaya Kreatif
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Budaya Tempe Ditargetkan...
Budaya Tempe Ditargetkan Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2026
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Culture Beyond Borders...
Culture Beyond Borders Suguhkan Pertunjukan Budaya Internasional di Kota Tua Jakarta
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Berita Terkini
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Infografis
Begini Cara Lihat Data...
Begini Cara Lihat Data Bocor di Dark Web Lewat Gmail
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved