Jokowi: Penambahan Jumlah Penduduk Tanpa Penataan Perkotaan Akan Picu Masalah

Senin, 05 Oktober 2020 - 20:29 WIB
loading...
Jokowi: Penambahan Jumlah...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan segera dilakukan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan segera dilakukan. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Peringatan Global Hari Habitat Dunia 2020 yang digelar di Kota Surabaya.

"Kita bertemu di Kota Surabaya ini untuk meyakinkan kepada dunia bahwa Agenda Baru Perkotaan, New Urban Agenda, tahun 2036 tidak bisa ditunda-tunda lagi. Saat ini 55% penduduk dunia tinggal di perkotaan. Pada 2050 jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 68%. Laju peningkatan tertinggi terjadi di Benua Asia dan Afrika," katanya, Senin (5/10/2020). (Baca juga: Survei Voxpopuli, Kepuasan Terhadap Jokowi Tinggi, 9 Menteri Layak Direshuffle)

Jokowi mengatakan Indonesia pada 2030 diprediksi akan memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa. Dimana 63,4% di antaranya tinggal di perkotaan. Dia menilai jika tidak disiapkan dan ditangani secara serius, pertumbuhan pesat masyarakat bisa saja memicu sejumlah permasalahan. “Mulai dari masalah kepadatan dan kemiskinan. Masalah lingkungan dan ketersediaan ruang publik. Ketersediaan infrastruktur dasar, terutama air bersih dan sanitasi. Termasuk masalah perumahan dan berbagai masalah perkotaan lainnya,” ungkapnya. (Baca juga: Belum Puas, Jokowi Kembali Minta Menteri Kerja Keras)

Namun jika ditangani dengan baik, Jokowi yakin urbanisasi dapat menjadi peluang yang luar biasa bagi kemajuan bangsa. Mulai dari lahirnya pusat kreativitas dan inovasi, memacu pertumbuhan ekonomi hingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warganya. Lebih lanjut Jokowi menuturkan bahwa pemerintah Indonesia berupaya keras agar setiap warga negara dapat menempati rumah layak huni. “Sejak 2015 telah dilaksanakan program 1 Juta Rumah. Target pembangunan satu juta unit rumah per tahun sudah berhasil dilampaui pada 2018 dengan fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah,"ujarnya. (Baca juga: Presiden Jokowi Klaim Penanganan Covid-19 di Indonesia Tak Buruk)

Dia mengatakan saat ini pemerintah Indonesia juga terus berusaha mengembangkan inovasi pembiayaan untuk meningkatkan akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam hal ini partisipasi swasta, masyarakat, dan i lembaga keuangan terus didorong. “Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan rakyat (Tapera) yang memberikan jaminan ketersediaan sumber dana jangka panjang dan berkelanjutan terus kita jaga. Keterbukaan informasi dan kemudahan komunikasi terus kita kembangkan untuk memudahkan akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tuturnya.

Tidak hanya itu Jokowi menyebut pemerintah juga memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas kampung kumuh. Mulai dari program perbaikan kampung hingga program KOTAKU atau Kota Tanpa Kumuh. “(Ini) menitikberatkan pada kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam menyediakan pelayanan dasar seperti air bersih dan sanitasi yang layak,” katanya.

Pada kesempatan itu Mantan Gubernur DKI jakarta itu juga menyinggung soal pandemi Covid. Sebagaimana negara lain, Indonesia juga sibuk menangani pandemi. Namun menurutnya Indonesia menjadikan pandemi ini sebagai sebuah pembelajaran untuk membangun perkotaan tangguh dan sehat di masa mendatang. "Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum pembelajaran dan refleksi untuk merancang kebijakan perencanaan dan pengelolaan perkotaan yang inklusif dan berkeadilan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana alam maupun bencana nonalam, termasuk ketangguhan terhadap wabah penyakit," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Efisiensi Anggaran Era Prabowo Akibat Buruknya Pemerintahan Jokowi
Tuding OCCRP Proksi...
Tuding OCCRP Proksi untuk Sudutkan Jokowi, Joman: Kita Pantas Curiga!
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Jokowi Apresiasi Pertemuan...
Jokowi Apresiasi Pertemuan Prabowo-Megawati
Rekomendasi
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
Roket Milik Elon Musk...
Roket Milik Elon Musk Kembali Bikin Masalah bagi Penduduk Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved