Demokrat: RUU Ciptaker Tak Wakili Harapan Buruh dan Rakyat
Minggu, 04 Oktober 2020 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Partai Demokrat berharap agar dalam pembahasan RUU ini perlu dibahas secara hati-hati, lebih teliti, dan melibatkan elemen buruh sehingga UU yang dihasilkan bisa lebih berpihak kepada buruh.
"Kami heran kenapa ini harus dikebut. Seharusnya kita lebih mendahulukan penanganan Covid-19 ini karena indeks tenaga kerja itu sebenarnya berada di urutan terbawah dari pengaruh investasi. Hal yang paling berpengaruh terhadap iklim investasi adalah soal kasus korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit," urainya.(Baca juga: Harga Swab Test Rp900 Ribu, Pemerintah Segera Buat Surat Edaran )
Anwar mengatakan, pada prinsipnya Partai Demokrat setuju terhadap omnibus law RUU Ciptaker, namun saat ini waktunya dinilai tidak pas.
"Kami juga berharap pembahasannya melibatkan semua elemen masyarakat, terutama kaum buruh. Kalau kemarin itu rapatnya memang terbuka bisa ditonton masyarakat, tapi maksud kami itu terbuka adalah bagaimana serikat-serikat pekerja itu diundang, dimintai masukannya," katanya.
"Kami heran kenapa ini harus dikebut. Seharusnya kita lebih mendahulukan penanganan Covid-19 ini karena indeks tenaga kerja itu sebenarnya berada di urutan terbawah dari pengaruh investasi. Hal yang paling berpengaruh terhadap iklim investasi adalah soal kasus korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit," urainya.(Baca juga: Harga Swab Test Rp900 Ribu, Pemerintah Segera Buat Surat Edaran )
Anwar mengatakan, pada prinsipnya Partai Demokrat setuju terhadap omnibus law RUU Ciptaker, namun saat ini waktunya dinilai tidak pas.
"Kami juga berharap pembahasannya melibatkan semua elemen masyarakat, terutama kaum buruh. Kalau kemarin itu rapatnya memang terbuka bisa ditonton masyarakat, tapi maksud kami itu terbuka adalah bagaimana serikat-serikat pekerja itu diundang, dimintai masukannya," katanya.
(dam)
Lihat Juga :