Denny JA: Pemimpin dan Pemikir Tak Cukup, Perlu Juga Entrepreneur

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 11:30 WIB
loading...
Denny JA: Pemimpin dan Pemikir Tak Cukup, Perlu Juga Entrepreneur
Denny JA saat menerima penghargaan rekor dunia untuk pendidikan politik (World Guiness Book of Record) yang diberikan oleh Guinness Worlds Record Adjudicator Seyda Subasi, 2018 silam. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Peneliti senior Denny JA menyatakan perubahan zaman menuntut untuk menambah kapasitasnya sebagai pemimpin dan pemikir serta entrepreneur.

Pendiri LSI Denny JA ini juga mengakui terinspirasi dengan para pendiri bangsa yang disebutnya generasi The Founding Fathers, yakni Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Soetomo.

Menurut dia, mereka wujud dari apa yang disebut Plato dengan Philosopher King. Dalam bahasa populernya, wujud dari pemimpin pemikir, dan pemikir pemimpin.

“Mereka menyatukan kapasitas sebagai pemimpin, aktivis, politisi, dengan kapasitas sebagai pemikir, filsuf, intelektual dan penulis,” kata Denny JA melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/10/2020).

Kendati demikian, Denny mengatakan zaman telah berubah. Dirinya menilai perlu tambahan kapasitas lagi, yakni pemimpin, pemikir dan entrepeneur. Kemampuan dan kecerdasan finansial juga dibutuhkan untuk mempunyai dana ekstra jika ingin aktif mandiri di ruang publik. “Inilah mesin yang menggerakkan saya sejak berusia 20 tahun,” tandasnya.(Baca juga: Aturan Batas Harga Tertinggi Tes Swab Harus Dilengkapi dengan Sanksi )

Hal tersebut disampaikan Denny JA menanggapi tulisan Satrio Arismunandar yang viral di media sosial.Satrio menilai Denny adalah potret intelektual paling lengkap, dan paling kaya dimensi dalam sejarah Indonesia. Denny itu akademisi, penulis populer, aktivis, politikus, penyair, pengusaha, pembuat film, spiritualis dan dermawan

Tulis Satrio, dalam 20 tahun terakhir, Denny JA aktif bergerak di lima bidang sekaligus. Hebatnya di lima bidang itu, ia sampai ke puncak. Ia meletakkan tradisi baru. Satrio memaparkan aktivitas dan pencapaian Denny JA pada lima bidang yang berbeda, yakni di antaranya di dunia politik, Denny JA founding father konsultan politik Indonesia yang mengawinkan politik praktis dan ilmu pengetahuan. Di dunia ini, Ia membuat teori 10 P dalam marketing politik. Pakar lain menyebut Ini Denny JA’s Law of Political Marketing.

Denny membuat rekor kelas dunia. Dia menjadi konsultan politik pertama dalam sejarah dunia yang ikut memenangkan pemilu presiden empat kali berturut-turut (2004, 2009, 2014, 2019).(Baca juga: Januari-Oktober 2020, BNPB: 2.162 Bencana dan 4,4 Juta Orang Terdampak )

Di dunia sastra. Denny JA membawa tradisi baru puisi, yang disebutnya puisi esai. Ini gabungan puisi dan makalah ilmiah. Puisi historical fiction yang bercatatan kaki. Kini penulis puisi esai meluas tak hanya di 34 provinsi Indonesia tapi ke Asia Tenggara.

Di dunia ini Denny JA menciptakan kata baru yang kini masuk dalam kamus resmi bahasa Indonesia. Apa itu puisi esai? Kamus memberikan definisi sebagai genre dalam sastra (ragam sastra) berisi pesan moral dan sosial, dengan Catatan Kaki.

Denny pun di tahun 2020 mendapat penghargaan sastra tingkat ASEAN dan Malaysia.Tiga, di dunia bisnis, usaha. Dari seorang aktivis kere di tahun 1980an, kini Denny menjelma menjadi pengusaha milyuner.

Usahanya meluas dari konsultan politik hingga kuliner, convenience store, perumahan, hotel, perkebunan, hingga bisnis online. Denny self made milionaire. Ia menjadi milyuner merangkak dari bawah, dari seorang kolumnis kere, merambah ke berbagai sektor.
(dam)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3246 seconds (10.177#12.26)