Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Jabar Tinggi, Epidemiolog: Ibarat Bom Waktu
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 08:08 WIB
loading...
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus baru COVID-19 di wilayah Jabar beberapa hari ini harus dapat segera diantisipasi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus baru COVID-19 di wilayah Jawa Barat (Jabar) beberapa hari ini harus dapat segera diantisipasi. Pasalnya sejak awal pandemi COVID-19 Jawa Barat banyak ditemukan klaster penularan.
“Ini ibarat bom waktu, ditambah lagi Jawa Barat merupakan klaster paling banyak dari awal,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020). (Baca juga: Gubernur Jabar Temui Banyak Persoalan Penanganan Covid-19 di Depok)
Dikatakan Dicky, kapasitas testing Jawa Barat sedari awal belum berjalan maksimal untuk mendeteksi dini secara cepat terhadap orang yang terpapar COVID-19.
“Jawa barat ini dari awal sudah saya wanti-wanti sangat serius karena dari awal kapasitas testing masih rendah, belum sesuai dengan eskalasi skala pandemi yang serius,” bebernya.
Lebih lanjut Dicky menegaskan bahwa tak hanya Jawa Barat saja yang rentan penyebaran virus Corona. Namun menurutnya seluruh Pulau Jawa berada di posisi demikian.
“Ini ibarat bom waktu, ditambah lagi Jawa Barat merupakan klaster paling banyak dari awal,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (3/10/2020). (Baca juga: Gubernur Jabar Temui Banyak Persoalan Penanganan Covid-19 di Depok)
Dikatakan Dicky, kapasitas testing Jawa Barat sedari awal belum berjalan maksimal untuk mendeteksi dini secara cepat terhadap orang yang terpapar COVID-19.
“Jawa barat ini dari awal sudah saya wanti-wanti sangat serius karena dari awal kapasitas testing masih rendah, belum sesuai dengan eskalasi skala pandemi yang serius,” bebernya.
Lebih lanjut Dicky menegaskan bahwa tak hanya Jawa Barat saja yang rentan penyebaran virus Corona. Namun menurutnya seluruh Pulau Jawa berada di posisi demikian.
Lihat Juga :