ICW Sampaikan Tiga Alasan Pilkada 2020 Harus Ditunda
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 15:06 WIB
loading...
Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pemerintah menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pemerintah menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 . Hal itu untuk keselamatan warga dan menekan potensi kecurangan yang akan terjadi.
Peneliti ICW, Egi Primayogha berpendapat bahwa pelaksanaan pilkada di tengah pandemi yang semakin memburuk akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Pertama, dapat dipastikan pelaksanaan pilkada akan mengancam kesehatan dan nyawa warga.
"Sejumlah aktivitas dalam proses pilkada akan menimbulkan kerumunan orang. Proses kampanye misalnya, jelas akan melibatkan banyak orang. Lebih lagi, KPU telah mengizinkan digelarnya konser untuk kampanye pilkada," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2020). (Baca juga: Seminggu Kampanye Pilkada, Mahfud: Ada Pelanggaran tapi Tak Signifikan )
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, jumlah orang yang positif mencapai 291.182 dan meninggal 10.856 orang. Jumlah orang terkonfirmasi positif sempat menyentuh 4.823 dalam sehari.
ICW menyebut titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan lainnya adalah perhitungan suara. Situasi itu sangat berisiko terjadi penularan virus Sars Cov-II.
Peneliti ICW, Egi Primayogha berpendapat bahwa pelaksanaan pilkada di tengah pandemi yang semakin memburuk akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Pertama, dapat dipastikan pelaksanaan pilkada akan mengancam kesehatan dan nyawa warga.
"Sejumlah aktivitas dalam proses pilkada akan menimbulkan kerumunan orang. Proses kampanye misalnya, jelas akan melibatkan banyak orang. Lebih lagi, KPU telah mengizinkan digelarnya konser untuk kampanye pilkada," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2020). (Baca juga: Seminggu Kampanye Pilkada, Mahfud: Ada Pelanggaran tapi Tak Signifikan )
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, jumlah orang yang positif mencapai 291.182 dan meninggal 10.856 orang. Jumlah orang terkonfirmasi positif sempat menyentuh 4.823 dalam sehari.
ICW menyebut titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan lainnya adalah perhitungan suara. Situasi itu sangat berisiko terjadi penularan virus Sars Cov-II.
Lihat Juga :