Mahfud MD Ingatkan TNI-Polri: Sekali Lembek, Kita Akan Kalah
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 14:44 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mahfud MD kembali menginstruksikan kepada TNI/Polri untuk melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan, terutama saat pelaksanaan Pilkada serentak 2020.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menjelaskan ada tiga strategi pendekatan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan .
“Pertama, mitigatif atau preventif, cegah,” kata Mahfud seusai Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak di Kantor Kemendagri,Jumat (2/10/2020).
“Kemudian yang kedua persuasif. Jika sudah terjadi, diberi tahu secara baik-baik,” ungkapnya. (Baca juga: Din Syamsuddin ke Moeldoko: KAMI Bukan Orang-orang Pengecut)
Sementara yang ketiga adalah tindakan represif jika memang diperlukan.“Tapi kalau diperlukan harus ada tindakan represif. Artinya penegakan hukum yang sifatnya ultimatum remedium,” tuturnya.
Mahfud memperingatkan TNI/Polri jika sekali lunak maka pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan terus terjadi. “Saya katakan kepada Polri, TNI, Satpol PP, dan APH lain, sekali kita lembek, sekali kita kalah terhadap pelanggaran akan terjadi pelanggaran berikutnya di tempat lain sehingga masalah ini tetap harus tegas sebagai tadi instruksi dari pemerintah pusat kepada para penegak disiplin protokol kesehatan,” tuturnya. (Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat)
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menjelaskan ada tiga strategi pendekatan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan .
“Pertama, mitigatif atau preventif, cegah,” kata Mahfud seusai Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak di Kantor Kemendagri,Jumat (2/10/2020).
“Kemudian yang kedua persuasif. Jika sudah terjadi, diberi tahu secara baik-baik,” ungkapnya. (Baca juga: Din Syamsuddin ke Moeldoko: KAMI Bukan Orang-orang Pengecut)
Sementara yang ketiga adalah tindakan represif jika memang diperlukan.“Tapi kalau diperlukan harus ada tindakan represif. Artinya penegakan hukum yang sifatnya ultimatum remedium,” tuturnya.
Mahfud memperingatkan TNI/Polri jika sekali lunak maka pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan terus terjadi. “Saya katakan kepada Polri, TNI, Satpol PP, dan APH lain, sekali kita lembek, sekali kita kalah terhadap pelanggaran akan terjadi pelanggaran berikutnya di tempat lain sehingga masalah ini tetap harus tegas sebagai tadi instruksi dari pemerintah pusat kepada para penegak disiplin protokol kesehatan,” tuturnya. (Baca juga: Deretan Peristiwa yang Mewarnai Lahirnya Partai Ummat)
(dam)
Lihat Juga :