Ahmad Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Penyimpangan Pancasila

loading...
Ahmad Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Penyimpangan Pancasila
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengingatkan Polri untuk menindak tegas penyimpangan terhadap Pancasila yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa. FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Polri untuk menindak tegas penyimpangan terhadap Pancasila yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa.

Polri, tegas Sahroni, harus peka terhadap gejolak yang muncul di masyarakat, khususnya menyangkut SARA. Seperti kasus pencoretan di tempat ibadah di Tangerang, ia mengapresiasi Polres Tangerang yang cepat mengamankan pelaku untuk meredam keresahan masyarakat.

Di sisi lain, Sahroni mengimbau masyarakat untuk tak mudah terprovokasi berbagai isu yang muncul di media sosial. Masyarakat dimintanya mampu menyaring informasi diterimanya untuk memastikan apakah sesuai fakta atau gorengan pihak-pihak yang ingin menciptakan instabilitas Kantibmas. (Baca juga: Pelaku Perobekan Alquran dan ‘Saya Kafir’ di Musala Tangerang Berstatus Tersangka)

"Saring informasi yang diterima karena banyak hoaks beredar. Jangan mudah dimanfaatkan pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu untuk menciptakan gangguan Kantibmas," kata Sahroni, Kamis (1/10/2020).



"Masyarakat juga harus mampu menahan diri, jangan mudah terprovokasi. Bila ada pelanggaran hukum, sampaikan ke penegak hukum," katanya.

Sebelumnya Ahmad Sahroni yang juga tercatat sebagai anggota MPR RI ini juga mengingatkan masyarakat di daerah pemilihan mengenai pentingnya mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari enam bulan di Indonesia.

Sahroni meyakinkan pandemi COVID-19 dapat dilalui bersama dengan gotong-royong seperti tertuang dalam semangat dan butir-butir Pancasila. (Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila, DPR Ajak Publik Amalkan Nilai-nilai Luhur Bangsa)



"Ketika ada satu masyarakat terpapar positif dan akhirnya melakukan isolasi mandiri misalnya, masyarakat di lingkungannya bisa bergotong-royong memenuhi kebutuhan hidupnya yang terkendala karena proses yang harus dijalaninya itu. Sehingga warga yang melakukan isolasi tak nekat keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang justru berpotensi memaparkan virus Covid 19 ke orang lain," kata Sahroni saat sosialisasi empat pilar di wilayah Kebon Bawang, 23 September lalu.

Dirinya mengaku bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang ketika pandemi berlangsung banyak menunjukkan kepedulian sosial satu sama lain. Berbagai bantuan APD untuk tenaga kesehatan, pembagian masker hingga konsumsi gratis untuk mereka yang masih harus berjibaku untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat beberapa contoh nyata bagaimana Indonesia melalui pandemi dengan semangat gotong rotong dan kepedulian sosial tinggi.

Sahroni sendiri selama ini dikenal aktif memberikan berbagai bantuan seperti bantuan APD ke sejumlah rumah sakit, pembagian masker kepada masyarakat, serta dapur umum di lingkungan daerah pemilihannya yang meliputi Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
(abd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top