Rilis Peringatan Hari Santri 2020, Wamenag Paparkan Kontribusi Santri
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:42 WIB
loading...
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi merilis peringatan Hari Santri 2020, Kamis (1/10/2020). FOTO/DOK.KEMENAG
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi merilis peringatan Hari Santri 2020, Kamis (1/10/2020). Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".
Hari Santri diperingati oleh masyarakat Indonesia setiap 22 Oktober, sejak 2015. Peringatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
Pertanyannya, kenapa harus ada Hari Santri? Menurut Wamenag, ada tiga alasan yang menunjukkan besarnya kontribusi santri kepada Indonesia. Pertama, santri memiliki jasa besar dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. (Baca juga: Kemenag Akan Gelar Peringatan Hari Santri 2020 dengan Protokol Kesehatan )
"Munculnya Resolusi Jihad yang kemudian melahirkan pertempuran 10 November 1945 adalah kontribusi nyata santri. Pemberian gelar waliyyul amri ad-dlaruri bi al-syaukah kepada Presiden Soekarno pada 1954 juga adalah kontribusi santri," kata Wamenag di Jakarta, Kamis (01/10).
Alasan kedua, kata Wamenag, santri memiliki kontribusi besar dalam membimbing praktik keagamaan di masyarakat. Banyak santri yang menjadi pemimpin pada komunitas paling kecil di masyarakat, mulai dari imam musala dan masjid, pimpinan majelis taklim, dan lainnya.
Hari Santri diperingati oleh masyarakat Indonesia setiap 22 Oktober, sejak 2015. Peringatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.
Pertanyannya, kenapa harus ada Hari Santri? Menurut Wamenag, ada tiga alasan yang menunjukkan besarnya kontribusi santri kepada Indonesia. Pertama, santri memiliki jasa besar dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. (Baca juga: Kemenag Akan Gelar Peringatan Hari Santri 2020 dengan Protokol Kesehatan )
"Munculnya Resolusi Jihad yang kemudian melahirkan pertempuran 10 November 1945 adalah kontribusi nyata santri. Pemberian gelar waliyyul amri ad-dlaruri bi al-syaukah kepada Presiden Soekarno pada 1954 juga adalah kontribusi santri," kata Wamenag di Jakarta, Kamis (01/10).
Alasan kedua, kata Wamenag, santri memiliki kontribusi besar dalam membimbing praktik keagamaan di masyarakat. Banyak santri yang menjadi pemimpin pada komunitas paling kecil di masyarakat, mulai dari imam musala dan masjid, pimpinan majelis taklim, dan lainnya.
Lihat Juga :