1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
Kamis, 01 Oktober 2020 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, Indonesia tentu harus meminta ketegasan dan komitmen dari otoritas Filipina untuk membebaskan WNI yang masih disandera. "Dan jika dibutuhkan saya kira kita bisa mengirimkan bantuan TNI untuk membantu aparat keamanan Filipina membebaskan WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf," ungkapnya.
Di samping itu, dia mengingatkan kembali pentingnya patroli bersama. "Kemudian untuk ke depannya agar kasus penculikan dan penyanderaan ini tidak terjadi lagi perlu dilakukan patroli bersama di laut antara Indonesia, Malaysia dan Filipina," pungkasnya.
Sekadar diketahui sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Selain LB keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
Di samping itu, dia mengingatkan kembali pentingnya patroli bersama. "Kemudian untuk ke depannya agar kasus penculikan dan penyanderaan ini tidak terjadi lagi perlu dilakukan patroli bersama di laut antara Indonesia, Malaysia dan Filipina," pungkasnya.
Sekadar diketahui sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Selain LB keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
(maf)
Lihat Juga :