Geliat Webinar UT di Tengah Pandemi
Kamis, 01 Oktober 2020 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Didasari hal itu, maka UT yang sudah berpengalaman sejak tahun 1984 dalam PJJ mencoba meluruskan makna PJJ sesungguhnya melalui serangkaian webinar yang digelar khsuussnya sejak awal Pandemi Covid-19.
Hingga saat ini berbagai webinar sudah digelar UT. Misalnya ajang Knowledge Sharing Forum (KSF) yang telah mencapai belasan serial. Salah satunya belum lama ini menghadirkan narasumber Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A dengan tema “Peranan Empat Pilar Kebangsaan dan Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi dalam Mengokohkan Konektifitas Bangsa”.
Pada webinar tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan bahwa UT merupakan institusi pendidikan yang diperintahkan langsung oleh pemerintah untuk memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Selama kurun waktu 36 tahun UT telah menghasilkan 1,8 juta lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu Ketua MPR-RI H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. dalam materinya menyampaikan, salah satu fokus utama Indonesia sebagai negara kepulauan adalah konektifitas, baik dalam arti keterhubungan antar wilayah secara fisik maupun dalam arti ikatan kebangsaan.
Dalam membangun konektifitas, lanjut Bambang, terdapat tiga prioritas yang harus diperhatikan yaitu implementasi pemerataan pembangunan, pembangunan SDM, dan pembangunan wawasan kebangsaan. Kegiatan KSF tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UT dan MPR-RI dalam rangka menyelenggrakan kegiatan Pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI kepada Universitas Terbuka (UT) di tingkat pusat dan daerah. (*)
Hingga saat ini berbagai webinar sudah digelar UT. Misalnya ajang Knowledge Sharing Forum (KSF) yang telah mencapai belasan serial. Salah satunya belum lama ini menghadirkan narasumber Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A dengan tema “Peranan Empat Pilar Kebangsaan dan Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi dalam Mengokohkan Konektifitas Bangsa”.
Pada webinar tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan bahwa UT merupakan institusi pendidikan yang diperintahkan langsung oleh pemerintah untuk memberikan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Selama kurun waktu 36 tahun UT telah menghasilkan 1,8 juta lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu Ketua MPR-RI H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. dalam materinya menyampaikan, salah satu fokus utama Indonesia sebagai negara kepulauan adalah konektifitas, baik dalam arti keterhubungan antar wilayah secara fisik maupun dalam arti ikatan kebangsaan.
Dalam membangun konektifitas, lanjut Bambang, terdapat tiga prioritas yang harus diperhatikan yaitu implementasi pemerataan pembangunan, pembangunan SDM, dan pembangunan wawasan kebangsaan. Kegiatan KSF tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UT dan MPR-RI dalam rangka menyelenggrakan kegiatan Pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI kepada Universitas Terbuka (UT) di tingkat pusat dan daerah. (*)
(srf)
Lihat Juga :