Lebih Disiplin Yuk
Selasa, 29 September 2020 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
“Yang diminta itu tidak sebanding dengan pengorbanan para dokter, para pejuang kemanusiaan, termasuk juga para perawat yang menghabiskan waktunya bersama pasien Covid. Yang sudah pasti, mereka memiliki risiko yang sangat besar,” ungkap Doni.
Dia lantas memprihatinkan temuan adanya 17% masyarakat yang mereka tidak akan terpapar Covid-19. Dia menandaskan, jika 17% tersebut dari 270 juta penduduk Indonesia maka hampir 50 juta orang meyakini dirinya tidak akan tertular Covid-19.
“Saya ulangi, hampir 50 juta orang, ya. Jadi kurang lebih sekitar 45 juta orang. Angka ini suatu angka yang sangat besar, 45 juta orang warga negara Indonesia masih merasa tidak akan terpapar Covid atau tidak akan kena Covid,” kata Doni. (Baca juga: Jalan terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia)
Mini Lockdown
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan pentingnya intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19. Dia meminta pemerintah agar juga melakukan hal ini untuk mencegah penularan Covid-19. “Ini perlu saya sampaikan sekali lagi kepada komite, bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi kabupaten/kota,” katanya saat membuka rapat terbatas kemarin.
Dia mengatakan pembatasan sosial dapat dilakukan hanya di lokasi-lokasi tertentu yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. Misalnya pembatasan dilakukan dengan skala mikro, baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW/RT, atau di kantor atau di pondok pesantren.
“Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisasi satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” pungkasnya.
Langkah mini atau mini lockdown diterapkan di Jawa Barat. Langkah yang disebut pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) diterapkan di tingkat lingkungan pesantren, desa, hingga kecamatan. “Pola PSBM dinilai efektif dalam menekan potensi meluasnya sebaran Covid,’’ tandas Emil. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Sementara itu, kasus positif virus Covid-19 kemarin bertambah 3.509 kasus. Dengan demikian, akumulasi kasus menjadi 278.722 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan 32.189 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.856 orang, sehingga total 206.870 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 87 orang, sehingga jumlah meninggal menjadi 10.473 orang. (Binti Mufarida/Dita Angga/Agung Bhakti Sarasa)
Dia lantas memprihatinkan temuan adanya 17% masyarakat yang mereka tidak akan terpapar Covid-19. Dia menandaskan, jika 17% tersebut dari 270 juta penduduk Indonesia maka hampir 50 juta orang meyakini dirinya tidak akan tertular Covid-19.
“Saya ulangi, hampir 50 juta orang, ya. Jadi kurang lebih sekitar 45 juta orang. Angka ini suatu angka yang sangat besar, 45 juta orang warga negara Indonesia masih merasa tidak akan terpapar Covid atau tidak akan kena Covid,” kata Doni. (Baca juga: Jalan terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia)
Mini Lockdown
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan pentingnya intervensi berbasis lokal dalam penanganan Covid-19. Dia meminta pemerintah agar juga melakukan hal ini untuk mencegah penularan Covid-19. “Ini perlu saya sampaikan sekali lagi kepada komite, bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi kabupaten/kota,” katanya saat membuka rapat terbatas kemarin.
Dia mengatakan pembatasan sosial dapat dilakukan hanya di lokasi-lokasi tertentu yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. Misalnya pembatasan dilakukan dengan skala mikro, baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW/RT, atau di kantor atau di pondok pesantren.
“Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisasi satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” pungkasnya.
Langkah mini atau mini lockdown diterapkan di Jawa Barat. Langkah yang disebut pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) diterapkan di tingkat lingkungan pesantren, desa, hingga kecamatan. “Pola PSBM dinilai efektif dalam menekan potensi meluasnya sebaran Covid,’’ tandas Emil. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Sementara itu, kasus positif virus Covid-19 kemarin bertambah 3.509 kasus. Dengan demikian, akumulasi kasus menjadi 278.722 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan 32.189 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.856 orang, sehingga total 206.870 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 87 orang, sehingga jumlah meninggal menjadi 10.473 orang. (Binti Mufarida/Dita Angga/Agung Bhakti Sarasa)
(ysw)
Lihat Juga :